BANYUASIN, Buana Indonesia– Akhir-akhir ini pelayanan perusahaan listrik negara (PLN) di kabupaten Banyuasin propinsi Sumatera Selatan sering mengalami byar-pet, terkadang dalam satu hari PLN padam bisa mencapai 5 sampai 7 kali dengan kondisi waktu yang tidak menentu tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.
Tak hanya itu, meski menyala namun arusnya naik-turun sehingga membuat masyarakat tidak nyaman dan menghawatirkan peralatan elektronik mereka akan mengalami gangguan atau kerusakan. Akibat kondisi ini, masyarakat malah minta agar PLN harus dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD).
“kenapa PLN terus seperti itu, kalau toh kondisinya sudah gawat seharusnya segera emergency di rumah sakit terlebih dahulu, agar penyakitnya segera diatasi dan bisa sembuh sehingga selain tidak menular ke masyarakat juga tidak merugikan orang banyak”, ungkap Robiyatun (22) warga desa Bukit Kecamatan Betung dengan nada menyindir, selasa (23/1).
Lebih lanjut Robiyatun menambahkan, kondisi tegangan arus yang naik turun, bisa menyebabkan alat- alat elektronik rusak. “Dalam seminggu ini sudah 3 kali saya menggati bola lampu. Coba fikirkan, siapa yang menanggung kerugian warga kalau seperti ini, tetapi sebaliknya jika warga yang terlambat membayar biaya pemakaian eh.. didenda”, keluhnya.
Hal serupa juga diutarakan tokoh masyarakat, Surip (34) warga kelurahan Betung kecamatan Betung, kabupaten Banyuasin, kondisi byar pet ini bukan hanya terjadi sekali atau duakali saja, hampir setiap tahun kondisinya serupa.
“dari tahun-ketahun kondisi PLN terus diwarnai dengan byar pet, apakah hal ini dikarenakan kondisi mesin yang sudah tua, atau terlalu banyak gangguan pada jaringan, yang jelas saya selaku masyarakat awam tidak begitu paham, tetapi setidaknya dengan adanya kendala dari tahun-tahun sebelumnya, itu dapat menjadi contoh bagi pihak PLN untuk menganalisa kekurangan dan kelemahannya sebagai pelayan jasa bagi masyarakat”, ungkap Surip.
“kita menikmati strom PLN dikenakan biaya seperti tarif beban pemakaian dan beban pelanggan, oleh karena itu lucu jika PLN sendiri merugi dan tidak dapat menanggulangi kendala-kendala mereka sendiri”, imbuh Surip dengan nada tegas.
Sementara itu, Pihak PLN ranting Pangkalan Balai hingga berita ini diturunkan belum dapat dihubungi. (bi/c)







