
BUANAINDONESIA.COM, JABAR – Pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional gencar melakukan sosialisasi anti narkoba, diberbagai media promosi hingga pelosok desa. Pemerintah menyadari peredaran narkoba sudah ‘ out of border ‘ dan menembus berbagai wilayah. Peredaran narkoba bukan hanya menyasar perkotaan, tapi sudah sampai ke desa-desa. Pemuda, ditengarai sebagai pengguna narkoba terbanyak di Indonesia.
Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan narkoba merupakan musuh utama yang harus dilenyapkan
” Narkoba bagian yg harus dilenyapkan tidak boleh di konsumsi dan dijauhkan oleh pemuda ,” jelas Rudy disela-sela acara sosialisasi Anti Narkoba di alun alun Malangbong, Minggu 9 april 2017 .
” Harga narkoba itu sangat mahal tetapi selalu dicari dan dikonsumsi oleh penggunanya. Mungkin ini di gratiskan untuk merusak moral bangsa,” tambah Rudy.

Narkoba layak disebut sebagai musuh yang harus dilenyapkan. Betapa tidak, selain tanpa batas usia, peredaran narkoba juga sudah lintas latar belakang profesi, dari mulai artis hingga Pegawai Negeri Sipil ( PNS ).
Setahun lalu, publik Garut dikejutkan dengan pemberitaan diberbagai media massa lokal dan nasional. Mengutip pemberitaan Tempo, sebanyak 900 orang pegawai negeri sipil di Pemerintah Kabupaten Garut diduga mengkonsumsi narkoba. Jumlah tersebut berarti 5 persen dari total 19.650 pegawai negeri di Garut.
” Para PNS pengguna narkoba ini terdapat hampir di setiap instansi,” kata Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Garut Ajun Komisaris Remmy Eka Saputra, Rabu, 17 Februari 2016.











