8 Terpidana Mati Di-Dor di Bawah Tenda

11.333 dibaca

PALEMBANG,Buanaindonesia.com- Pelaksanaan eksekusi mati gelombang dua agak berbeda dengan gelombang pertama. Sebagian lokasi tempat sembilan terpidana mati akan dieksekusi di lapangan tembak Limus Buntu, Nusakambangan ditutupi dengan tenda agar tak bisa dipantau dari udara oleh drone.

Para terpidana itu, menurut petugas yang menyiapkan lokasi, akan dibawa ke tenda-tenda yang sudah disediakan. Tenda yang akan melindungi para terpidana mati dari pantauan drone berwarna biru keunguan. Tingginya kurang lebih 5 meter dengan panjang kurang lebih 30 meter.

Advertisement

Di bawah tenda, telah berdiri 9 tiang kayu yang memiliki fondasi dari semen. Masing-masing tiang memiliki jarak kurang lebih lima meter. Dengan begitu, posisi antar terpidana mati tidak berdekatan. Lokasi tembak itu sendiri memang dikeliling hutan dan perbukitan.

Proses eksekusi, kata Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, dipastikan berlangsung pada Rabu 29 April 2015 dini hari.

“Eksekusi berlangsung setelah lewat tengah malam,” ujar Prasetyo kepada pers di Kejaksaan Agung, Selasa malam, seperti yang dilansir dilaman tempo, 28 April 2015.

Prasetyo juga memastikan bahwa Mary Jane, warga negara Filipina ikut dieksekusi. Walhasil, informasi bahwa perekrut Mary Jane sebagai kurir narkoba telah menyerah kepada aparat di Filipina, tidak mengubah jumlah daftar terpidana yang akan dieksekusi.

Prasetyo menjelaskan bahwa nasib nama-nama yang akan dihukum mati sudah dipastikan sejak grasi ditolak oleh Presiden Joko Widodo. Namun, karena eksekusi mati adalah isu yang sensitif, maka terpidana mati seperti Mary Jane dipersilahkan untuk melakukan berbagai upaya hukum seperti peninjauan kembali hingga dua kali.

“Jadi, tidak akan dibatalkan dengan cara apapun. Kalaupun ada upaya hukum yang tak lazim itu, itu hanya untuk mengulur waktu,”ujar Prasetyo.

Tahap pelaksanaan eksekusi mati gelombang dua sudah dimulai Selasa, 28 April 2015 sejak pukul 20.00 WIB. Pada tahap tersebut, terpidana mati tak diperbolehkan lagi bertemu dengan keluarga dan eksekutor mulai menyebrang ke Lapas Nusakambangan.

Pukul 22.00 WIB, eksekutor akan menjemput sembilan terpidana mati di Lapas Besi, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kemudian, dengan sembilan mobil, mereka akan dibawa ke lapangan tembak di belakang pos polisi Limus Buntu.

Jumlah terpidana yang dieksekusi, Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Zainal Abidin (Indonesia), dan Rodrigo Gularte (Brasil). Lalu empat lainnya dari Nigeria, yaitu Martin Anderson, Raheem Agbaje, Sylvester Obiekwe Nwolise, dan Okwudili Oyatanze (***)