Bupati Garut : Kini, Bukan Lagi Bekerja dengan Kekerasan

16.966 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID GARUT – XTC, sebuah perkumpulan anak muda, berulang tahun ke-25, mengadakan acara Khitanan Masal dan Donor Darah. Dengan Thema “Bersama dalam kebahagiaan”. Acara dibuka resmi Bupati Garut H. Rudy Gunawan, SH., MH., MP., berlangsung di Gedung Negara Pendopo Garut, Minggu (29/07/18)

Hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Garut, Drs. Didit Fajar Putradi, M.Si, Ketua XTC, Agie dan 500 anggota XTC.

Bupati Garut Rudy Gunawan, dalam sambutannya mengatakan, di zaman sekarang bukan lagi bekerja dengan kekerasan dan otot, namun bagaimana bekerja dengan otak dan pikiran agar bisa mendapat rejeki yang halal. Menurutnya, ini sebuah momen yang sangat baik di mana sebuah perkumpulan yang diikuti beberapa kabupaten perwakilan se-Jawa Barat menjadi ajang saling menjungjung tinggi rasa solidaritas sesama untuk saling memberi dan mengingatkan supaya menjauhkan diri dari sifat kejahatan.

Bupati juga berharap, acara itu di jadikan ajang silaturami untuk menggalang persatuan dan kesatuan di antara sesama anggota dan perkumpulan organisasi lain agar terjalin silaturahmi yang akan membuat Kabupaten Garut aman, nyaman dan sejahtera, dan bagi warga masyarakat menjadi tauladan generasi yang akan dating.

Pada bagian lain bupati mengajak untuk “Katakan Tidak Untuk Sex Bebas, Katàkan Tidak Untuk Narkoba, Katakan Untuk Tidak Perkawinan Muda Dan Katakan Tidak Untuk Kekerasa, Sudah bukan jamanya lagi, dan silahkan tempat ini pergunakan untuk kebaikan, sebab pendopo adalah milik bersama warga masyarakat Kabupaten Garut dalam hal kebaikan”,_ ungkapnya yang disambut riuh yang hadir.

Sementara itu, Ketua XTC Kabupaten Garut, Agie, menyatakan apresiasi kepada bupati yang sudah membuka acara Anniversary 25 th yang turut dihadiri rekan XTC dari beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat. Ia mengajak untuk saling menjaga keutuhan dan kebersamaan warga masyarakat Kabupaten Garut dan NKRI.

_“Mencintai kabupaten Garut merupakan wujud nyata dari kepedualian sebàgai generasi bangsa yang mencintai Negara Indonesia dan sebàgai implementasi dari mendukung pemerintah dalam kedamain dan pembangunan”,ujarnya.

Menurut Agie, acàra ini akan terus berlangsung sebagai rasa solidaritas terhadap para kaum yang membutuhkan bantuan. Rasa sosial, imbuhnya, bukan hanya berupa khitànan dan donor darah saja tetapi masih banyak yang perlu di lakukan dalam rangka kebaikan.