
BUANAJABAR.COM, CIREBON – LSM GMBI mengaku mengantongi bukti awal bahwa Bupati Cirebon mempekerjakan warga negara asing menjadi staf khusus bupati.
“Saat ini kabupaten Cirebon sedang dijajah, hal tersebut dibuktikan dengan adanya warga asing dari Malaysia yang dijadikan staf khusus oleh Bupati Cirebon.” kata Cuherli, Sekretaris GMBI Cirebon
Bukti tersebut ditemukan GMBI di sebuah acara di sebuah hotel di Cirebon
“Ketika sedang ngopi di Hotel Aston Cirebon menemukan sebuah kartu nama dan tertera nomor handphone, di kartu nama tersebut bertuliskan Staf Khusus Bupati Cirebon, ketika dihubungi nomor handphone yang tertera dalam kartu nama tersebut adalah warga Negara Malaysia yang notabenenya seorang pengusaha. Bukti kartu nama tersebut ada pada saya”, tegas Cuherli

Sebelumnya diberitakan saat GMBI melakukan aksi demonstrasi pada Kamis 08 Desember 2016, menyeruak isu tak sedap terkait bupati yang merekrut warga negara asing menjadi staf khususnya. Dalam aksi itu LSM GMBI Cirebon menyoroti terlalu longgarnya bupati Cirebon kepada asing. GMBI juga menguatkan pernyataan bahwa saat ini kabupaten Cirebon dihianati oleh Bupatinya sendiri yang diduga ‘menggadaikan’ Cirebon kepada investor asing dari Korea dan Cina. GMBI juga menyoroti beroperasinya galian C yang tidak sesuai Perda RT RW. Galian C ini juga ditengarai menjadi penyebab berbagai bencana.
Hingga saat ini, Bupati Cirebon sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan ini. Ketika dikonfirmasi, telpon selular ajudan sang bupati dalam keadaan tidak aktif.
(Editor: Ekky El Hakim)











