
BUANAJABAR.COM, SUKABUMI – Selama sebulan terhitung dari bulan Januari sampai Februari 2017. Ribuan unggas jenis burung puyuh, jenis ayam dan bebek mati terserang penyakit sinopsis. Peternak mengalami kurugian puluhan juta rupiah dikampung Selagombong Rt 04 Rw 03, kelurahan Cibeureum Hilir, kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut Acep Suhendar, pemilik peternak burung puyuh menuturkan keluhannya permasalah yang terjadi pada ternak unggasnya.
“Selama sebulan, usaha ternak burung puyuh berturut-turut sehari megalami kematian, bahkan pernah sehari mencapai 200 ekor, sedangkan puluhan jenis ayam dan bebek juga ikut mati. Begitu juga pengusaha peternak lain juga mengalami hal serupa.” Tutur Acep.


Lanjut Acep, memaparkan upayanya untuk mengatasi permasalahan tersebut sesuai dengan arahan dari dinas peternakan.
“Upaya yang kami lakukan selama ini, kami hanya melakukan pemyemprotan vaksin sesuai penyuluhan yang pernah diterapkan oleh Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan. Mengenai kejadian ini, kami belum melaporkan ke Dinas terkait, sementara ini kami mengupayakan penanganan sendiri. Atas kejadian ini, kami mengalami kerugian puluhan juta, karena perekornya seharga Rp 11.500. Kejadian yang serupa pernah terjadi 2-3 tahun silam. Bahwa, penyakit ini diketahui jenis Sinopsis dengan gejala gerak lambat atau banyak diam dan meyendiri, kepala menunduk, mata bernanah dan bisul, lalu berujung kematian. Sedangkan bangkainya kami kubur.” Paparnya.
Lanjut Acep menjelaskan, bahwa penyakit tersebut datang akibat cuaca yang tidak menentu, namun penyakit tersebut tidak menular kepada manusia.
“Selama 10 tahun menjalankan usaha ternak burung puyuh. Bahwa, penyakit ini disebut Sinopsis, namun penyakit tersebut tidak menular terhadap manusia. Penyakit yang menyerang hewan unggas akibat sifat cuaca yang tidak menentu.” Pungkasnya.










