Holil Protes, Konvensi Demokrat Garut Dinilai Tidak Mendidik Masyarakat

22.602 dibaca
Ketua DPD Jabar Partai Demokrat, Iwan Sulanjana menyematkan jaket konvensi pada peserta konvensi

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT -Partai Demokrat Garut menjelang Pilkada yg akan bergulir tahun 2018 sudah menggelar konvensi dengan tujuan sebagai pendidikan politik kepada masyarakat dan ingin mencari sosok pemimpin Garut berdasarkan hasil survey.

Tapi ternyata apa yg telah menjadi kesepakatan antar para calon Bupati dengan panitia konvensi di langgar. Dari 10 kali Roadshaw hanya di gelar 5 kali, kemudian diluar agenda konvensi tiba-tiba muncul agenda jalan sehat yang melibatkan masyarakat sebagai pesertanya dengan embel-embel hadiah 100 juta.

Advertisement

Demikian diungkapkan Rd.H.Holil Aksan Umarzen, salah satu peserta konvensi partai besutan SBY ini kepada buanaindonesia.co.id melalui pesan singkatnya.

Ditambahkan Rd.H Holil, hal ini tidak mendidik masyarakat

” Karena masyarakat sudah bisa membaca sendiri skenario akhir dari kegiatan jalan santai dan konvensi ini yang akan mengusung pasangan tertentu. Ini terbukti dengan pernyataan sekjen DPP Demokrat yang akan merekomendasikan dua nama (Agus Supriadi – Irvan Faza) ke DPP Demokrat,

” Padahal dalam kesepakatan untuk menentukan calon yang akan di usung PD melalui hasil Polling Survey LSI,” ungkap Holil

Holil mengatakan, bahwa apa yang dilakukan oleh Demokrat sudah keluar dari tahapan konvensi.

” Survey belum dilakukan sudah memberikan sikap politik di hadapan publik tentang rekomendasi dua nama Calbup Garut yang ikut konvensi. Untuk itu saya akan complain dan meminta penjelasan kepada panitia konvensi tentang hasil survey dari LSI tersebut hasilnya seperti apa ? karena saya sudah bayar, ” tegas Holil

Hingga berita ini dimuat, ketua DPC Garut Partai Demokrat Ahmad Bajuri belum bisa dihubungi untuk diminta tanggapannya.