Petani Durian Bertarung dengan Cuaca

22.917 dibaca
Dedi (31), salah seorang petani durian warga Kampung Babakan Cibuyutan, Desa Sukakarya Kecamatan Banyuresmi, Garut. ( BUANA INDONESIA NETWORK/ Deden Solihin ).

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT-Musim durian sangatlah ditunggu, entah oleh para penikmatnya atau oleh para petani. Bagi para petani, keuntungan dari durian bisa mencapai jutaan rupiah, jika pengelolaannya diurus dengan baik. Hal ini bisa dirasakan oleh Dedi (31), salah seorang petani durian warga Kampung Babakan Cibuyutan, Desa Sukakarya Kecamatan Banyuresmi, Garut.

Advertisement

“Kenapa durian asli Garut tidak banyak dijual di pasaran umum, sebab durian asli Garut rasanya lebih manis,” ujar Dedi, Kamis, 15 Maret 2018.

Lanjut Dedi, konon jika dibandingkan durian asli Garut dengan durian dari luar Garut, pasti rasa durian asli Garut jauh lebih enak, sehingga durian asli Garut sebelum dipasarkan sudah habis terjual kepada warga sekitar.

“Sebagai pemakan dan penikmat, bahkan bila saatnya dipanen sebelumnya, sudah dipesan warga sekitar wilayah tersebut yang katanya durian itu untuk dimakan, bukan untuk dijual,” lanjutnya.

Lebih jauh Dedi berharap, dengan penghasilan besar dari tani durian, para petani ingin lebih diperhatikan oleh pemerintah. Menurutnya, bila tani durian bisa dikembangkan, mungkin Garut akan lebih bertambah maju karena banyaknya peluang dari potensi-potensi alam.

“Seperti contoh menanam durian, karena kita sebagai petaninya agak kesulitan untuk mencari bibitnya. Maka alangkah baiknya jika pemerintah bisa mendukung dan membantu, khususnya untuk para petani durian ke depan. Kita sangat berharap banyak Pemerintah Kabupaten Garut membantu kepada kelompok tani durian, kopi serta petani lainnya,” tutur Dedi.

Selain itu, tambah Dedi, para petani sangat perlu bantuan dari Pemda karena bertani durian ini bisa panen satu kali dalam setahun, kemudian mereka bisa mendapat hasil lumayan besar, hingga jutaan rupiah.

“Itu pun bila saat mau panen tidak turun hujan, tetapi bila sebaliknya, cuaca tidak memungkinkan, maka petani akan mengalami kerugian. Maka saat ini petani memerlukan solusi dari pemerintah untuk menjaga hal yang tidak diharapkan oleh semua petani durian,” pungkas Dedi.

Editor : NA

G005