

BUANAINDONESIA.CO.ID, Banjar – Akhir-akhir ini Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat sedang diramaikan dugaan banyak beredar surat penugasan (SP) honorer palsu, salah satu surat penugasan palsu itu ditemukan di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Banjar menemukan dua surat penugasan (SP) honorer palsu. BKPPD kedatangan dua korban yang mengadu mendapat sp honorer di bidang Instalasi Pemeliharaan (IPRS) RSUD Kota Banjar dan di Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Banjar.
Berdasarkan informasi dari BKPPD Kota Banjar, dugaan sementara awalnya dua korban tersebut diminta uang pelicin Rp10 juta dengan iming-iming bekerja sebagai tenaga honorer oleh pelaku yang mengatasnamakan BKPPD Kota Banjar. Saat mendatangi dua instansi itu, para korban ditolak dan belum sempat bekerja. mereka kemudian mendatangi BKPPD Kota Banjar.
Menurut Kasubag Umum Kepegawaian BKPPD Kota Banjar, Tono Hartono menuturkan, namanya dicatut dalam sp palsu tersebut, tanda tangan dan cap BKPPD juga dipaksakan sampai berita ini diturunkan. Pemerintah belum tau pelakunya.

“Korban menceritakan kepada saya dari pengakuan korban, ada sekitar 25 orang yang mendapatkan SP honorer untuk penempatan di 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).” jelasnya.
Lanjut Tono, menurutnya pelaku bukan orang dalam di BKPPD, sebab dari SP yang dibuatnya banyak yang keliru. Tanda tangan SP yang asli bukan dari BKPPD melainkan dari OPD yang menyelenggarakan rekrutmen honorer.
“Ini jelas penipuan, korbannya diminta menyediakan uang dalam tempo satu hari setelah SP tersebut diberikan. Saya diberi nomor kontak pelaku oleh korban, namun setelah mencoba dihubungi nomornya sudah tidak aktif,” kata dia.
Ia menerangkan, dua korban penipuan itu berasal dari Cidolog Kecamatan Cimaragas dan Kecamatan Banjarsari. Ia menduga pelaku sudah beberapa kali melakukan pemalsuan ini.
“Pelaku ini sudah biasa melakukan ini namun kontek surat yang dipalsukannya belum sempurna,” kata dia.
Tono kepada korban meminta untuk segera melaporkan kasus ini ke Polisi supaya pelakunya cepat ditangkap.
“Saya masih pikir-pikir dulu untuk lapor, masuk pencemaran nama baik atau tidak. Tapi dari SP ini sudah jelas nama saya, cuman jabatannya saja yang salah. Saya Kasubag Umum Kepegawaian, sedangkan dari dua SP ini, yang satu tertulis jabatan saya Kasi Kepegawaian,” kata Tono.
Sementara itu Kepala BKPPD Kota Banjar Supratman mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak tertarik dengan janji dan iming-iming menjadi honorer atau PNS. Masyarakat perlu waspda apalagi diminta syarat menyerahkan sejumlah uang.
“Saya mengimbau kepda masyarakat untuk hati-hati, cek dulu kebenarannya. Sekarang sudah zamannya transparan, jadi PNS tidak bisa pake uang pelicin. Semua melalui tes.” tandas Supratman.









