UNBK Tingkat SMP Masih Numpang, Wabup Pandeglang Pantau Ujian

20.240 dibaca
Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsno Arban, saat meninjau pelaksanaan UNBK tingkat SMP di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Pandeglang, Selasa 24 April 2018. (BUANA INDONESIA NETWORK/ Beni Madsira)


BUANAINDONESIA.CO.ID PANDEGLANG –  Walau diakui masih numpang dalam pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pandeglang, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsno Arban berharap peserta didik SMP yang menjalani UNBK lulus semua. UNBK tingkat SMP, kata Tanto, terpaksa menumpang di SMA dan SMK yang sudah memiliki kesiapan fasilitas, karena di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pandeglang belum punya fasilitas.

“UNBK  Sekolah Menengah Pertama belum mempunyai fasilitas untuk melaksanakan UNBK, sehingga terpaksan harus numpang di SMA dan SMK,” ujar Tanto saat mengunjungi jalannya UNBK tingkat SMP yang menumpang di SMK 2 Pandeglang, Selasa 24 April 2018.

Advertisement

Menurut Tanto, ketiadaan  fasilitas yang dimiliki SMP dalam menunjang pelaksanaan UNBK secara mandiri di sekolahnya, karena sejauh ini pihak pemkab Pandeglang masih fokus pada infrastruktur.

“Terkait perlengkapan komputer yang berbasis online di SMP memang kita belum bisa mengadakan, kita Pemkab Pandeglang masih Konsen di pembangunan ruang sekolah dan rehab, karena masih banyak di Pandeglang ini yang kekurangan ruang kelas, ataupun yang perlu di rehab,” ujarnya.

SMPN yang melaksanakan UNBK  di SMKN 1 Pandeglang, SMPN 1 Majasari, SMPN 1 Kaduhejo, SMPN 1 Cipeucang, Sementara  Lokasi di SMKN 2 Pandeglang SMPN 1 dan 3 Pandeglang dan SMPN 1 Banjar.

“Kemaren sempet ada keterlambatan sekitar satu jam, tetapi persolannya bukan di kita tetapi dari pusat, karena berbasis Online jadi keterlambatan itu dari pihak Pusat,” ungkap Tanto Warsno Arban.

“Saya berharap semua siswa siswi yang sekarang ikut uijan lulus semua, mudah mudahan kdepan kita bisa juga mengadakan sarana dan prasarana komputer di sekolah SMP, sementara sekarang ini numpang di SMK dan SMA masih bisa tercover, nanti setelah gedung sekolah sudah memadai baru akan kita pikirkan juga masalah fasilitas komputer” pungkasnya.