Museum Prabu Siliwangi Raih Award Pada Festival Golok Day 2018

38.548 dibaca
KH Fajar Laksana foto bersama Wakil Walikota Cilegon beserta Dandim Cilegon, kapolres Cilegon memperlihatkan senjata pusaka nusantara di pameran Festival Golok Day 2018, Cilegon-Banten, Minggu, 6 Mei 2018, (BUANA INDONESIA NETWORK/Tim)

BUANAINDONESIA.CO.ID, CILEGON – Museum Prabu Siliwangi Kota Sukabumi mendapatkan penghormatan dan penghargaan dari Pemkot Cilegon, Banten pada perayaan Festival Golok Day 2018. Dalam festival tersebut, museum Prabu Siliwangi menampilkan koleksi berbagai senjata pusaka di pameran senjata pusaka nusantara Festival Golok Day tahun ini. Koleksi senjata yang dimiliki museum milik pesantren Dzikir Al Fath dan mewakili Silat Maung Bodas Sukabumi ini paling banyak dikunjungi masyarakat.

“Alhamdulillah perguruan silat maung bodas pesantren Dzikir AL Fath mendapatkan penghargaan dari pemerintah kota Cilegon. Animo masyarakat sangat luar biasa, memberikan apresiasi yang besar terhadap museum Prabu Siliwangi Sukabumi,” ujar KH. Fajar laksana, pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath dan Perguruan silat Maung Bodas, Minggu 6 Mei 2018.

Advertisement

Pada Festival Golok day 2018 ini, Museum Prabu Siliwangi memamerkan berbagai senjata pusaka yang diyakini sebagai alat untuk melawan dan mengusir penjajah Belanda pada masa lalu yang sampai hari ini masih terpelihara di Museum Prabu Siliwangi Sukabumi, diantaranya, Golok, Gobang, pedang, Kujang dan Tumbak.

Salah satu senjata yang banyak menyita perhatian pengunjung, Kujang tribata dari Sunan Gunung Jati. Dan beberapa koleksi kujang yang saat ini dipakai oleh tiga matra TNI, dengan lambang yang berbeda-beda tiap matra. Angkatan laut berlambang naga, Angkatan Udara berlambang Burung Garuda, dan Ular melambangkan Angkatan Darat.

“Liat senjata TNI, bukan pisau komando tapi kujang. TNI ikut menjaga budaya dan beladiri serta senjata pusaka nusantara,” kata KH Fajar Laksana.