

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUKABUMI – Pondok Pesantren Dzikir Al Fath Kota Sukabumi, setiap harinya mewajibkan santri dan siswanya membaca dan menghafal Alqur’an, berbahasa Inggris dan Bahasa Arab serta latihan pencak silat pagi dan sore. Metode ini sudah dijalankan selama dua tahun, “pola tersebut mendorong kecerdasan santri dan siswa bahkan lebih baik kepintarannya dalam hal memahami ilmu lainnya,” ujar KH Fajar Laksana, Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath usai meresmikan program Kampung Tahsin (Tahfiz Alquran lancer Bahasa arab, silat dan Bahasa Inggris), Minggu 22 April 2018.
Melalui program Tahsin, kata KH Fajar Laksana, santri dan siswa tidak hanya belajar tentang pelajaran agama, akan tetapi juga belajar berbahasa asing dan kearifan lokal yakni beladiri. Program ini tidak mengganggu pembelajaran formal. Sebab, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pagi sampai siang. Sedangkan sore sampai malam pendidikan yang diberlakukan sesuai dengan program ponpes.
“Setiap hari santri dan siswa diwajibkan menghafal Alqur’an satu lembar atau delapan baris setiap hari. Satu tahun diharuskan menghafal Alquran minimal 5 juz. Selain itu, tadarus Alqur’an serta memahami terjemahan Alquran satu juz sehari. Setiap Jumat khatam membaca Alquran secara bersama-sama yang dibagi dalam 30 kelompok,” jelas KH Fajar Laksana.

“Dengan pola ini, alhamdulillah siswa dan santri memiliki empat keunggulan yakni, hafal Alqur’an, lancar bahasa arab dan bahasa inggris serta mahir bela diri dan pencak silat,” tambahnya.
Namun, ungkap Fajar Laksana, siswa dan santri yang belum memenuhi target 5 juz dalam satu tahun, maka dimasukkan dalam program karantina selama satu bulan, diberi kesempatan untuk mengejar ketertinggalanya dalam menghafal Alquran. Satu bulan khusus menghafal Alqur an. Begitu juga Bahasa Inggris, satu bulan harus hafal 400 kosa kata, itu sudah ada standar. Program tersebut wajib untuk semua jenjang mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK da MA.
Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Dudi Fathul Jawad menyambut baik progam tersebut, menurutnya Ponpes Dzikir Al Fath juga telah memenuhi tiga program yang diluncurkan oleh Dinas Pendidikan Kota Sukabumi yakni, Sekolahku Surgaku suasana lingkungan sekolah yang menciptakan spritual yang kuat, Sekolahku Tamanku yakni lingkungan yang menyenangkan dan Karifan Lokal dengan menerapkan berbagai seni dan budaya lokal seperti pancak silat dan olah raga tradisional.
“Sungguh, pembelajaran di Ponpes AL Fath ini sudah sesuai dengan program Dinas Pendidikan, semua sudah terpenuhi. Kurikulum berjalan, inovasi dan tentunya religus. Ponpes Alfath itu lengkap sejagad, bukan hanya pendidikan agama, tapi juga pendidikan umum dan mendidik santri menjadi wira usaha,” tutupnya.









