BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG –
Banyak berpengaruh Pasca bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada akhir tahun 2018 lalu melanda wilayah pesisir pantai Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Khususnya pada sektor Pariwisata yang kondisinya hingga saat ini masih belum adanya perubahan, sepi dan tak ada pengunjung.
Demikian dikatakan Frengky salah satu pelaku wisata asal carita kepada awak media. Jumat, 13 September 2019.
Menurutnya, padahal sempat kembali dikunjungi oleh wisatawan, namun Pandeglang kembali diberi cobaan dengan adanya gempa magnitudo 6.9, Jumat 2 Agustus 2019 lalu.
” Akibatnya, tingkat kunjungan wisatawan seperti halnya Pantai Carita, Pantai Anyer, Pantai Tanjung lesung, Pantai Sumur dan Pantai Bagedur kembali anjlok.”jelas.
Masih kata Frengky, perlu ada sinegitas antara Pemkab Pandeglang dengan Pemprov Banten, langkah itu diperlukan untuk kembali menggiatkan promosi pariwisata.
” Untuk membangkitkan kembali sektor ke- pariwisata banten, banyak langkah yang harus ditempuh oleh pihak terkait. baik para pengelola wisata dan pemerintah daerah (Pemda) Pandeglang bersinergi.” tambahnya.
EA Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC) disela kegiatannya sepakat, karena saat ini pantai carita sudah bangkit dan aman. Akses jalanpun menuju carita sudah baik.
Seperti halnya yang akan digelar saat ini,
Festival Carita yang rencana akan digelar pada Sabtu 14 September 2019 berlokasi di Pantai Lombok Carita.
” Dengan Berbagai kegiatan dan perlombaan diantaranya seperti permainan tradisional, musik festival, kompetisi selancar ombak dengan kategori expression sessions (best trick) dan kompetisi selancar ombak, mudah-mudahan dengan langkah ini pariwisata dibanten kembali ramai dan normal kembali.” pungkas.










