Kalau Sayang Keluarga Dan Lingkungan, Jangan Pulang Ke Garut

26.452 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Warga Garut yang memaksakan diri pulang ke kampung halaman dari daerah yang pendemi Corona bisa dipastikan bahwa mereka secara tidak sadar sudah menjadi penjahat atau pembawa bencana keluarganya sendiri.

” Sudah ada larangan dari pemerintah untuk diam di tempat jangan mudik karena berpotensi membawa wabah virus Corona ke keluarga dan kampung halamannya tetapi memaksakan diri, orang tersebut bisa dikonotasikan bahwa orang itu sebagai pembawa bencana dikeluarganya dan lingkungan sendiri” kata Bupati Garut H Rudy Gunawan, Selasa 31 Maret 2020.

Advertisement

Untuk itu sambung Bupati Rudy, pihaknya menghimbau bagi warga masyarakat Garut yang ada di perantauan apabila menyayangi keluarganya sebaiknya untuk tetap di sana terlebih dahulu sebelum dinyatakan aman dari penyebaran virus Corona di Indonesia.

” Pemkab Garut telah merumuskan untuk memberikan tunjangan keluarga bagi warga yang merantau di luar Garut tetapi tidak mudik selama ada wabah virus Corona” ujarnya.

Pemkab Garut kata Rudy, telah merumuskan mengalihkan anggaran Alokasi Dana Desa senilai Rp 24 Milyar untuk tunjangan keluarga yang keluarganya tidak mudik selama masa pencegahan penyebaran Corona di kabupaten Garut.

” Kita telah berkordinasi dengan DPRD untuk mengalihkan anggaran daerah sebesar Rp 24 Milyar yang diperuntukan untuk para RW dari ADD sebesar Rp 10 juta/ RW digunakan tunjangan hidup bagi warga Garut yang keluarganya tidak mudik ke Garut dalam masa pencegahan virus Corona ini” ungkapnya.

Masih kata Rudy, mengenai mekanisnenya seperti apa, pihaknya masih menggodog bersama dinas – dinas terkait dan akan diputuskan secepatnya.

” Kebijakan ini kita ambil mengaca kepada kasus positif Corona yang terjadi di Wanaraja yang memaksa pulang kampung setelah bekerja di Jakarta yang akhirnya saat ini dinyatakan Positif Corona, dengan kejadian ini berarti tidak sayang sama keluarganya, benar kan?” pungkasnya.