BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bupati Garut H Rudy Gunawan membuka acara Musyawarah Persatuan Wredatama Republik Indonesia ( PWRI ) VII kabupaten Garut. Yang berlangsung di gedung Pendopo Garut, Senin 7 Desember 2020, musyawarah dihadiri oleh pengurus DPD PWRI Jawa Barat, jajaran pengurus DPC PWRI kabupaten Garut serta 38 PAC PWRI kecamatan se kabupaten Garut.
Bupati Garut H Rudy Gunawan dalam sambutannya mengatakan, bahwa yang mereka yang terhormat menjadi Abdi Negara, dirinya mempelajari teori hukum yang berhubungan dengan konsekuensi logis orang yang bekerja kepada negara.
” Siapa yang bekerja kepada negara maka hidupnya dijamin sampai istri meninggal dunia, itu adalah teori dasar konsekuensi logis orang yang bekerja untuk negara ” kata Bupati Garut.
Sambung Bupati, ini kehormatan, tentu tidak ada lagi yang lebih terhormat selain menjadi PNS.
” Saya keluarga dari Pegawai Negeri Sipil ( PNS ), ayah saya mantan hakim dan nene saya mantan penilik di dinas pendidikan, meski sudah meninggal hampir 22 tahun, ibu saya masih dijamin hidupnya oleh negara dengan menerima pensiunan setiap bulannya” terang Bupati.
Oleh sebab itu lanjut Rudy, Pemerintah kabupaten Garut akan memberikan dorongan terus terhadap wredatama, dengan keterkaitan 4 kecamatan yang masih kosong kepengurusan PWRI.
” Saya instruksikan kepada 4 Camat itu dalam waktu 2 bulan, kalau tidak aya evaluasi kinerjanya yaitu Cibalong, Caringin, Mekarmukti dan Talegong untuk mengumpulkan para pensiunan, karena di masa tua komunikasi diperlukan” tegasnya
Terakhir Bupati mengucapkan selamat atas di gelarnya musyawarah PWRI ke VII kabupaten Garut.
” Dengan ini Musyawarah Persatuan Wredatama Republik Indonesia ( PWRI ) ke VII tingkat kabupaten Garut resmi saya nyatakan di buka” pungkasnya.
Dalam acara musyawarah PWRI ke VII tingkat kabupaten Garut terpilih Bapak Yaya S Permana sebagai Ketua PWRI kabupaten Garut periode 2020 – 2025.










