Disprindag ESDM Garut Pantau Harga Minyak Goreng Sesuai Instruksi Pemerintah Pusat

11.475 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Melalui Instruksi dari Presiden RI H Joko Widodo dan Bupati Garut H Rudy Gunawan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Manusia ( Disperindag ESDM ) melakukan pemantauan harga minyak goreng  Harga Eceran Tertinggi ( HET ) di beberapa pusat perbelanjaan dan Swalayan yang ada di kabupaten Garut.

Kepada Buanaindonesia, Kepala Disperindag ESDM Garut Nia Garnia Karyana mengatakan, beberapa pusat perdagangan dan swalayan yang dikunjungi dalam monitoring harga eceran minyak goreng yaitu Ramayana, Asia , Yomart, yogya dan beberapa super market yang menjadi sample.

Advertisement

” 80 persen itu sudah dilakukan penjualan di harga Rp 14.000, namun ada beberapa yang memang belum melakukan sesuai dengan ketentuan pemerintah RI yang mengharuskan menjual minyak goreng di harga Rp 14.000” kata Gania, Kamis 20 Januari 2022.

Disampaikan Gania, penyesuainya harga akan dilaksanakan selama enam hari ke depan, saat ini harga yang ada di pasar disesuaikan dengan harga yang kemarin.

” Jadi mulai hari ini sampai enam hari ke depan, harga yang ada di pasar disesuaikan dengan harga yang kemarin, karena beda antara super market dan mini market dalam hal ini pemerintah tidak mau merugikan para pedagang pasar, oleh karena itu akan menyesuaikan selama enam hari ” terangnya.

Saat ini ungkap Gania, kita masih menunggu skema yang dilakukan oleh pemerintah terkait dengan apabila para pedagang menjual di harga Rp 14.000.

” Karena kemarin harga minyak goreng bisa mencapai di harga Rp 40.000, jadi kalau harganya misalnya kemarin Rp 28.000 sekarang menjual Rp 14.000 maka akan ada kerugian di pedagang, nah oleh karena itu izinkan saya untuk menyampaikan rilis berita yang mudah – mudahan ini tidak menjadi Hoax, intinya begini bahwa pemerintah melalui Dadan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit  ( BPDPKS ) telah menyiapkan dana Rp 7,6 triliun yang akan digunakan untuk membiayai penyedia minyak goreng kemasan bagi masyarakat sebesar 250 juta liter perbulan atau 1,5 milyar liter selama enam bulan” tuturnya.

Gania berharap, mudah – mudahan melalui super market , mini market harga minyak goreng berangsur turun.

” Kemudian terkait harga yang lain pun sama, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten tentu tidak diam melakukan langkah – langkah agar semua harga dapat terjangkau oleh masyarakat, disamping itu harus juga dilakukan langkah – langkah peningkatan pendapatan  masyarakat melalui program – program yang dilakukan oleh SKPD, kita akui beberapa harga naik misalnya cabe, sayuran dan lainnya , hal itu karena di sektor budidaya terjadi kelangkaan demikian juga harga daging, mudah – mudahan cutting yang dilakukan oleh pemerintah pusat segera dilakukan penggantian, kita berharap bahwa tidak hanya upaya lahiriah kita berdoa kepada Allah SWT semoga pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dapat membuat keputusan yang tepat hingga harga bisa terjangkau” pungkasnya.