Akibat Kebakaran Pasar Ciawi Tali 11 Kios dan 48 Los Terbakar

16.606 dibaca

Advertisement

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Kebakaran Pasar Ciawi Tali yang terjadi Dini Hari Pukul 1.00 , Sabtu 8 September 2018 menghanguskan 11 Kios dan 48 Los serta 28 kios terdampak, hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Garut H Wawan Nurdin saat meninjau lokasi kebakaran Sabtu pagi.

Kadisperindag kabupaten Garut Wawan Nurdin mengatakan, dari data awal yang masuk saat ini ada 11 Kios yang terbakar berlokasi di Blok C, sedangkan untuk 48 Los berlokasi di blok C – F.

” Jadi untuk Kios dan Los bisa dibedakan dari bentuk dan jenis bangunannya”, kata Wawan Nurdin.

Perbedaan itu sambung Wawan Nurdin, untuk bangunan Kios luasnya 3x 3 Meter, sedangkan Los – los yang ada di pasar Ciawi tali memiliki luas tidak kurang dari 1,5 x 1,5 meter yang berjajar dengan atap awning yang ada di lorong – lorong Pasar Ciawi Tali.

” Untuk yang terdampak akibat kebakaran tadi subuh ada 28 kios, terdampaknya Kios itu karena saat kejadian bisa saja terinjak atau tersembur air damkar guna mengantisipasi api merembet ke kios lain”, sambungnya.


Sementara itu Kabid Pasar Dani Ramdani menerangkan bahwa kebakaran terjadi pada hari Sabtu 8 September 2018 pukul 01.00 dan api dapat dipadamkan pada pukul 03.45 dengan dugaan sementara berasal dari konsleting listrik, dengan diduga mengalami kerugian sebesar Rp. 1, 19 Milyar.

” untuk kerugian dari dampak kejadian kebakaran diperkirakan mencapai Rp.1,19 Milyar dengan rincian kerugian bangunan sebesar Rp.400 Juta dan Kerugian barang sebesar Rp. 790 Juta”, jelas Dani Ramdani.

Lanjut Dani Ramdani, pihak nya kini akan melakukan mediasi dengan pihak Kepolisian untuk meminta solusi terkait rencana pembangunan Kios darurat pasca kebakaran, karena apabila menunggu hasil Puslabfor bisa memakan waktu lama.

” sementara untuk kembali mendirikan bangunan terbakar pihaknya akan menunggu hasil Puslabfor Polri, karena prosedurnya apabila kita akan membangun pasar pasca kebakaran harus menunggu terlebih dahulu hasil Penyelidikan Kepolisian, tetapi kita akan mencoba bermediasi dengan Kepolisian Resor Garut untuk meminimalisir police line di titik api yang di duga sebagai pemicu kebakaran, sehingga kita bisa melaksanakan pengerjaan Kios darurat pasca kebakaran”, pungkas Dani Ramdani.