Antisipasi Outbreak Covid 19, Pemkab Garut Siapkan 100 Ruang Isolasi

3.417 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Kekhawatiran Pemerintah Kabupaten Garut atas semakin banyaknya warga terpapar wabah Covid 19 membuat langkah – langkah antisipasi akan terjadinya outbreak penderita Covid 19 yang diprediksikan akan meningkat 5 kali lipat pada akhir tahun 2020.

Untuk itu Pemkab Garut dalam waktu dekat ini akan mengoptimalkan tempat yang ada saat ini, diantaranya rumah susun Gandasari yang terletak di desa Mangkurakyat kecamatan Cilawu.

Advertisement

Kepada media Buanaindonesia Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan, terus bertambahnya pasien Covid 19 setiap harinya membuat sarana perawatan pasien yang telah disediakan Pemkab Garut semakin sedikit, dalam hal ini pemerintah berupaya untuk mempersiapkan tempat perawatan lain dapat digunakan untuk merawat pasien Covid 19 terutama bagi mereka yang statusnya Orang Tanpa Gejala ( OTG ) untuk melakukan isolasi.

” Untuk itu, kita akan menggunakan tempat yang tersedia saat ini yaitu Rumah Susun ( Rusun ) yang ada, dan bila perlu bisa juga menggunakan gedung Art Center, tetapi yang sekarang kita persiapkan untuk Digunakan ruang isolasi di Rusun Gandasari” kata Bupati Garut, Senin 16 November 2020.

Hal ini lanjut Bupati, dikarenakan kekhawatiran akan terjadinya outbreak Covid 19, dimana fasilitas yang ada saat ini sudah hampir penuh, salah satunya di RS Medina yang saat ini sudah terisi 260 pasien dari kapasitas yang ada yaitu 300, tapi karena tidak bisa full terisi, demikian juga yang terjadi di RSUD Dr Slamet, maka Pemkab Garut berinisiatif untuk menyediakan Rumah Susun sebagai tempat isolasi apabila terjadi Outbreak kembali.

” Untuk fasilitas yang disediakan oleh Pemkab di Rusun Gandasari diantara tempat tidur dan tenaga kesehatan 24 jam berikut dokter jaga, yang akan dikelola oleh Dinas Kesehatan kabupaten Garut ” terangnya.

Bupati Rudy menyatakan, apapun akan dilakukan oleh Pemkab Garut dalam upaya penanganan Covid 19 ini, meski tingkat kesembuhan kita sangat tinggi diatas 86% dan tingkat kematian yang hanya 2% tetapi diharapkan warga masyarakat Garut jangan mengabaikan bahaya Covid 19 ini.