Apel Pagi, Bupati Garut Lantik 98 Jabatan Administrator Dan Pengawas

9.894 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Senin 12 Agustus 2019, Bupati Garut kembali melantik 3 Pejabat Administrator dan 95 pejabat pengawas dilingkungan pemerintahan kabupaten Garut, acara pelantikan dilaksanakan saat apel pagi dilapangan Setda Garut, jalan Pembangunan Kabupaten Garut.

Kepada Buanaindonesia Bupati Garut menyampaikan, Senin ini kita melantik 98 pegawai di jajaran pemerintahan kabupaten Garut, mereka adalah 3 pejabat administrator dan 95 pejabat pengawas.

Advertisement

” Secara bertahap kita akan terus melaksanakan rotasi mutasi guna mengisi pos – pos yang kosong di beberapa jabatan yang ada di dinas – dinas Pemkab Garut, tentunya semua kita laksanakan sesuai dengan kebutuhan dan keahlian di bidangnya”, kata Bupati Garut.

Masih kata Bupati, pelantikan ini adalah untuk yang ketiga kalinya disetiap apel pagi, tidak ada yang luar biasa dan akan terus dilakukan secara bertahap supaya tidak ada yang terlewat.

” Karena tim Laporan Penyelenggaran Pemerintah Daerah ( LPPD ) menyoroti ketidak profesionalnya kabupaten Garut dalam menata organisasinya, ini diakibatkan mereka banyak melihat jabatan kosong di tingkat kelurahan, kecamatan bahkan di tingkat SKPD, tentu dengan enam kali itu kita mengevaluasi terus jabatan – jabatan yang kosong di 21 kelurahan yang tersebar di empat kecamatan dan dilingkungan SKPD Pemkab Garut. Yang kosong itu cukup banyak hampir 250 jabatan yang tentu harus diisi dengan keterbatasan SDM yang tersedia”, ujar Bupati Garut.

Diterangkan Rudy, setiap bulan pihaknya mendatangani tidak kurang 70 orang yang pensiun terutama diakhir – akhir semester 2, kalau itu dari kalangan Guru bisa diganti karena ada regulasi formasi yang formalitaskan oleh pemerintah pusat.

” Sedangkan untuk administrasi umum, meskipun kita sudah meminta tetapi agak sulit untuk dikabulkan, jadi kalau di kecamatan ada 2 kasi yang pensiun sangat sulit untuk mengisinya dalam waktu yang singkat”, terangnya.

Rudy mengatakan, dirinya selalu mewanti – wanti kepada BKD supaya dalam mutasi ini benar – benar mengkordinasikan dengan atasannya langsung, apakah yang bersangkutan memenuhi syarat untuk diangkat dijabatan baru berdasarkan promosi.

” BKD wajib membaca PP No 11 tahun 2017 dan memahaminya dengan betul, karena dasar pengangkatannya itu, saya berharap ketika BKD merekomendasikan juga tidak berdasarkan emosional atau koncoisme, tetapi memang benar secara profesionalisme, kepangkatan dan konpetensi serta intregitas” ucap Rudy.

Terakhir Rudy menyampaikan, kepada mereka yang baru pertama kalai diangkat dan diambil sumpah, untuk menduduki jabatan di kecamatan sekalipun harus disyukuri karena itu menjadi satu kebanggaan untuk mereka”, pungkasnya.