BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Menjadi suatu tradisi bagi umat Islam dalam menyambut Peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan berbagi kegiatan keagamaan, namun dengan kondisi negara dalam keadaan darurat wabah Covid 19, ada keraguan di masyarakat terkait perayaaan Isro Mi’raj 1442 H tahun ini.
Menanggapi hal ini, Asisten Daerah ( Asda ) 1 bidang pemerintahan H Suherman menegaskan, bahwa pemerintah daerah mempersilahkan kepada warga masyarakat untuk merayakan peringatan Isro Mi’raj dengan ketentuan tetap mematuhi standar protokol kesehatan.
” Intinya adalah tentu meminta saran atau izin dari Muspika setempat, sepanjang panitia penyelenggara memperhatikan prokes ( Protokol Kesehatan ), disana ada tempat cuci tangan, pengukur suhu badan dan bisa menjaga jarak serta pakai masker, saya yakin dan percaya masyarakat mampu melaksanakan itu, maka silahkan untuk merayakan, tetapi kalau tidak mampu lebih baik jangan diselenggarakan” kata Suherman usai Video Comfrence terkait perayaan Isro Mi’raj di Commant Centre, Rabu 10 Maret 2021.
Dikatakan Suherman, dalam peringatan Isro Mi’raj tahun ini, ada 3 esensi yang menjadi acuan bagi umat Islam yang ada di kabupaten Garut khususnya di masa pendemi Covid 19 ini.
” Pertama, jadikan kegiatan Isro Mi’raj ini menjadi motivasi umat Islam yang ada di kabupaten Garut untuk mencintai dan meningkatkan kualitas ibadah Sholat, yang kedua kegiatan Isro Mi’raj tidak boleh berhenti, harus dilaksanakan baik di tingkat kecamatan, desa maupun di masyarakat, akan tetapi harus memperhatikan Prokes karena kita masih dalam masa pandemi, kemudian yang ketiga jadikan Isro Mi’raj ini menjadi motivasi untuk segera mempercepat perubahan terutama peningkatan ekonomi masyarakat dan sosial, jadi 3 itulah esensi dari peringatan Isro Mi’raj hari ini dalam rangka menginplementasikan daripada visi misi kabupaten Garut Bertaqwa, Maju dan Sejahtera” pungkasnya.










