Setelah Di FB, Aksi Penipu mengatasnamakan Bupati dan Ibu Bupati Garut muncul Di WhatsApp

30.651 dibaca
Nomor WhatsApp yang menggunakan foto profil Ibu Bupati Garut H Rudy Gunawan yang digunakan untuk modus penipuan

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Sempat menjadi perbincangan dan memakan korban penipuan yang mengatasnamakan Bupati Garut H Rudy Gunawan melalui layanan aplikasi Facebook, kini beredar kembali aksi penipuan mengatasnamakan Bupati Garut dan ibu Bupati Hj Diah Kurniasari melalui aplikasi WhatsApp dengan nomor 081332835708 Bupati Garut Rudy Gunawan dan 0817392200 mengaku Ibu Bupati dengan foto profil Ibu Diah Kurniasari.

Hal ini dialami oleh Pimpinan Pondok Pesantren Attamam H Imam yang menuturkan kepada Buanaindonesia, dikatakan H Imam, pada hari Rabu (9/3) dirinya menerima pesan WhatsApp yang mengaku sebagai Bupati Garut dengan pertama kali mengucapkan salam.

Advertisement

” Namun selanjutnya, sang pengirim pesan meminta rekening yayasan dengan dalih akan memberikan donasi kepada Ponpes Attamam, namun setelah di minta untuk ketemuan terlebih dahulu, hingga saat ini nomor tersebut tidak menghubungi lagi, permasalahan ini telah saya laporkan kepada pihak yang berwajib” kata H Imam.

Ditemui dikediamannya Bupati Garut mengatakan, bahwa nomor yang disebutkan di atas bukan nomor kontak pribadinya maupun kedinasan, demikian pula nomor yang menggunakan foto profil Ibu Bupati.

Chat WhatsApp yang mengaku Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada Pimpinan Ponpes Attamam yang digunakan penipu

” Itu bukan nomor telepon kami baik pribadi maupun kedinasan” ungkap Bupati Garut.

Untuk itu lanjut Rudy, kepada masyarakat kabupaten Garut diharapkan untuk lebih waspada apabila ada seseorang yang menghubungi dan mengaku – ngaku dari Bupati maupun Ibu Bupati dengan menggunakan nomor tersebut maupun nomor lain,  jangan langsung menanggapinya atau kalau perlu silahkan melaporkan pada pihak yang berwajib.

” Saya menghimbau kepada masyarakat untuk lebih hati – hati apabila menerima telepon atau pesan singkat yang mengaku pimpinan daerah atau pejabat yang belum jelas kebenaranya, jangan langsung menanggapi guna menghindari terjadinya penipuan yang akan merugikan diri sendiri” pungkasnya.