Begini Kesaksian Warga Pasca Insiden Bentrokan Di Proyek Rumah Deret Tamansari

25.202 dibaca
lokasi bentrokan antara warga yang pro dan kontra proyek rumah deret Tamansari Bandung. Selasa, 6 Maret 2018 malam sempat terjadi insiden bentrokan, akibatnya sejumlah orang dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka-luka.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG  – Warga RW 11 Tamansari yang kontra dengan proyek rumah deret bersama mahasiswa dan komunitas yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Penggusuran terlibat bentrok dengan kontraktor dan Ormas yang mendukung rumah deret. 

Advertisement

“Warga dan solidaritas tersebut ingin menduduki backhoe (alat berat) untuk menghentikan proses pembangunan ditahan oleh Ormas. Karena kalah jumlah, Ormas mulai melakukan penyerangan kepada warga dan mahasiswa dengan pemukulan dan melempar batu,” jelas Aliansi Anti Penggusuran Rakyat berdasarkan rilisnya, Rabu, 7 Maret 2018.

Akibatnya puluhan mahasiswa dan warga terluka cukup parah dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Sariningsih.

Kejadian tersebut dipicu oleh backhoe yang beroperasi melanjutkan kegiatan pembangunan rumah deret. Beberapa massa solidaritas yang memprotes hal tersebut malah mendapat respon negatif hingga berujung anarkis oleh anggota ormas dan kontraktor.

Padahal proses gugatan atas SK DPKP3 yang menjadi dasar pembangunan sedang berjalan di PTUN Bandung. Hakim pun telah menyatakan agar proses pembangunan dihentikan sementara sampai ada putusan pengadilan. Selain itu kegiatan pembangunan belum mendapatkan ijin lingkungan dan AMDAL.

“Maka kami Aliansi Rakyat Anti Penggusuran menuntut menghentikan proyek rumah deret, menghentikan segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap warga dan massa solidaritas, menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan tangkap serta adili pelaku tindak kekerasan dan intimidas,” tambahnya

Puluhan warga yang pro terhadap pembangunan Rumah Deret Tamansari merasa resah dengan sejumlah oknum mahasiswa yang mendatangi tempat dibangunnya proyek tersebut. Pasalnya pada Selasa malam kemarin, terjadi pembakaran alat berat yang akan meratakan rumah warga tersebut.

Salah seorang warga pro proyek Rumdet Tamansari, Yayah (48) mengatakan bahwa pembakaran alat berat oleh oknum mahasiswa pada pukul 24.00 WIB. Sebelumnya sempat terjadi adu mulut antara warga sekitar dengan para oknum mahasiswa yang datang ke lokasi tersebut.

“Tengah malam datang ke sini bawa bensin, terus ngebakar beckhoe sambil bilang minta untuk diberhentikan. Kenapa mereka yang rame, kami yang mempunyai rumah juga sudah setuju kepada program pemerintah untuk Rumah Deret,” ungkapnya saat ditemui di Taman Film, Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung, Rabu 7 Maret 2018.

Menurutnya kejadian tersebut bermula dari Selasa pagi ketika akan dilakukannya sosialisasi rumah deret. Puluhan oknum mahasiswa datang dengan memakai penutup wajah meminta agar proses eksekusi tersebut dihentikan.

“Sebelum sosialisasi mereka datang sambil mengambil gambar becko yang sedang meratakan rumah, datangnya nggak sopan sambil teriak-teriak minta dihentikan. Warga disini yang sudah setuju program rumah deret jadi kesal dan minta mereka bubar aja,” pungkasnya.