Berkat Gerakan Setengah Milyar Masker, Sebagian Oknum Camat  Di Garut Mendadak Alih Profesi

4.811 dibaca
Berkat Gerakan Setengah Milyar Masker, Sebagian Oknum Camat  Di Garut Mendadak Alih Profesi

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bersamaan dengan keluarnya Surat dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia No : S.2291/ HM.01.03/ VIII/2020 prihal program Gerakan Setengah Milyar Masker Untuk Desa Aman Covid 19 yang dikeluarkan pada tanggal 4 Agustus 2020, mendadak sebagian Oknum Camat di kabupaten Garut beralih profesi menjadi pengusaha masker musiman.

Advertisement

Terpantau di beberapa kecamatan di kabupaten Garut banyak Camat yang menjual masker kepada desanya baik secara langsung maupun melalui stafnya.

Baca : Ini Jurus Ampuh Jadi Pengusaha Sukses

Dari beberapa sumber yang dapat dipercaya, para oknum camat menjual masker kepada desa secara langsung menyediakan masker tanpa ada pesanan dari kepala desa.

mereka seolah menjual paksa harus membeli barang itu dengan jumlah yang bervariatif.

” Untuk di kecamatan saya semua desa sudah di paket sebanyak lebih dari 1000 Pcs” katanya.

Bahkan dari sumber lainnya mengatakan, selain jumlahnya yang sudah ditentukan, masker yang di buat oknum Camat itu sudah ada gambar foto para kepala desa.

“Selain jumlahnya ditentukan, masker itu ditambahkan foto kepala desa, hal ini sangat merugikan bagi kami, karena seakan – akan masker itu dijadikan ajang kampanye bagi para kepala desa yang akan mencalonkan diri di Pilkades 2021,

sehingga sebagian masyarakat enggan memakainya, terutama protes datang dari para warga yang akan mencalonkan diri di Pilkades 2021, padahal kami tidak memesannya masker itu kepada Camat” ungkap salah seorang Kepala Desa yang akan mencalonkan diri lagi di Pilkades 2021.

Apabila Anda Selalu Gagal  Dalam Jalankan Bisnis, Klik Untuk Ikut Reprograming Gratis ini

Mendapat kabar seperti itu, Ketua Apdesi kabupaten Garut H Asep Basir mengatakan, program gerakan setengah milyar masker yang dicanangkan oleh Kemen Desa memang sangat bagus dalam membantu program pemerintah guna pencegahan penyebaran Covid 19 di masyarakat, akan tetapi program ini jangan dijadikan ajang bancakan bagi oknum – oknum yang ingin meraup keuntungan apalagi hal ini dilakukan oleh Oknum Camat.

” Kalau memang ada Oknum Camat yang beralih profesi menjadi penjual masker, itu sih sah saja, tetapi secara etika profesi sangat tidak elok, apalagi masker yang disediakan menggunakan foto para kepala desa, itu sangat tidak baik bagi kepala desa itu sendiri apalagi yang akan mengikuti pencalonan kembali di Pilkades mendatang, jangan sampai penyediaan bantuan masker dianggap sebagai ajang kampanye bagi pencalonannya” ujar Asep Basir.

Masih kata Asep, dalam ketentuan pedoman umum pengadaan masker Kemen desa sudah ditentukan desain yang harus di pakai atau digunakan yaitu bertemakan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 75.

” Jadi menurut hemat saya, penggunaan foto kepala desa merupakan kesalahan, karena sudah tidak sesuai dengan pedoman umum yang ada” pungkasnya.