
BUANAINDONESIA, JABAR – Mahasiswa KKN SISDAMAS UIN Bandung menyelenggaran Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba, Psikotropika,dan Zat adiktif lainnya (NAPZA) bertema “Terbinanya Masyarakan Desa Rancasalak Tanpa Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif”. Diselenggarakan di Gor Desa Rancasalak, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jumat 3 maret 2017
Penyuluhan ini dihadiri oleh Karang Taruna, Ibu-ibu PKK, perwakilan siswa – siswi dari SD, SMP Desa Rancasalak, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut. Acara tersebut merupakan pogram kerja KKN UIN Bandung bekerjasama dengan BNN kabupaten Garut dan masyarakat desa Rancasalak.
“Permasalahan narkoba adalah permasalahan bersama, bukan hanya tugas BNN sebagai badan yang bertanggung jawab dalam pencegahan Narkoba. Karena efek yang ditimbulkan akan dirasakan kerugiannya oleh semua pihak,” ujar Ketua Pelaksana, M. Faqih Fatchurrohman saat diwawancarai.
Ia juga menambahkan, permasalahan narkoba di Kabupaten Garut sudah seharusnya ditanggulangi dan diberantas karena meningkatnya penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Garut tahun 2016, berdasarkan data dari BNN. Hal ini pun bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya masyarakat Rancasalak terhadap penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya.
Dalam Penyuluhan tersebut, BNN memaparkan segala bentuk penyalahgunaan NAPZA seperti gejala dini pengguna Narkoba, pengaruh buruk atau efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi narkoba serta bentuk – bentuk narkoba yang saat ini marak beredar dipasaran.

“Kami dari KKN UIN Bandung bekerja sama dengan karang taruna Desa Rancasalak dan BNN Kabupaten Garut ingin memberika informasi secara terbuk dan mendalam bagi masyarakat Desa Rancasalak tentang bahayanya narkoba, karena sekarang ini narkoba sudah menjadi barang jual beli yg terang –terangan dan sasarannya pun bukan hanya orang dewasa tapi juga anak – anak,“ ujar Steering Commite Pelaksana, Sigit Arizal Malik
“Itu juga yang membuat kita prihatin khususnya dari KKN UIN Bandung atas pemberitaan dan fakta bahwa narkoba begitu buruk pengaruhnya apalagi jika terkena anak – anak yang nantinya akan jadi penerus bangsa,“ tambahnya.
Badan Narkotika Nasional (BNN) saat ini tengah menggalakkan gerakan “ #stopnarkoba “. KASI Pencegahan BNN Kabupaten Garut, Adi Rustawa mengatakan, narkoba mempunyai efek jangka pendek dan jangka panjang yang dapat merusak tubuh juga mengganggu kesehatan maka narkoba harus jauh dari kehidupan.
Adi Rustawa memaparkan dampak atau bahaya dari penyalahgunaan NAPZA seperti gangguan otak, menimbulkan kejahatan dan kriminalitas hingga menyebabkan kematian. Selain itu dijelaskan pula bentuk zat adiktif yang saat ini kian beragam.
“Pengguna narkoba itu harus disembuhkan sedangkan pengedar narkoba harus kita jebloskan dalam pesakitan,“ ujar Adi Rustawa. Ia juga berpesan agar seluruh masyarakat tidak terjerumus dalam jeratan narkoba, karena dampak narkoba terjadi dalam jangka pendek ataupun panjang bisa membahayakan kita, keluarga dan lingkungan sekitar.
Pesan senada pun diungkapkan oleh Aparatur Desa, Dede, bahwa saat ini bukan hanya orang dewasa saja yang tau Narkoba bahkan anak kecil pun sudah tau apa itu yang bisa memabukan, semua pihak harus selalu mengingatkan dan mencegah serta menjauhkan penyalahgunaan narkoba.
Buana Indonesia Hits And News Radio Online
Agung Suryamal : Kadin Jabar Akan Fasilitasi Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia Ke Jepang









