BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bertempat di Hotel Sumber Alam Cipanas Garut, Rabu 2 Desember 2020, Bupati Garut H Rudy Gunawan menghadiri sekaligus membuka acara konferensi PGRI kabupaten Garut masa bakti XXII Periode 2020-2025 yang bertemakan tema ” PGRI sebagai penggerak, perubahan menuju pendidikan abad ke 21 dalam mewujudkan Garut yang Bertakwa, Maju dan Sejahtera “
Nampak hadir Ketua PGRI Jawa barat Drs.H.Dede amar, Kapolres Garut, Dandim Garut diwakili oleh danramil Tarogong, Kejari Garut diwakili oleh kasi pidsus, Kepala dinas pendidikan kabupaten Garut, Sekretaris dinas pendidikan kabupaten Garut, Para kepala bidang di lingkungan Disdik Garut, Para pengawas dilingkungan SD dan SMP Disdik garut
Ketua PGRI Garut, PGRI Perwakilan dari setiap kecamatan se Kabupaten Garut
Perwakilan Anggota PGRI.
Dalam sambutan pembukaannya Bupati Gaeut Rudy Gunawan mengatakan, bahwa Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) merupakan salah satu organisasi yang sangat strategis, mereka adalah orang – orang profesional di bidang pendidikan, bukan organisasi biasa. Kita adalah organisasi profesi yang anggotanya adalah para guru, yang predikat yang disandangkan tidak akan habis – habisnya.
” Saya selaku pribadi juga adalah bagian dari keluarga besar guru, tentu kita sebagai guru mempunyai kehormatan yang luar biasa, siapa pun, jadi apapun hari ini semua berkat didikan dari pada guru, dan guru yang paling monumental di hati kita yaitu guru Sekolah Dasar ( SD ), guru SMP, yang membuat kita berkesan ” kata Bupati Garut.
Oleh sebab itu sambung Bupati Rudy, pihaknya berharap PGRI kabupaten Garut kedepan tetap menjadi organisasi profesional.
” Saya mohon, di tahun Pilkada 2023 PGRI tidak ikut berpolitik, nanti akan berdampak pada masalah karena berbeda dukungan sesama anggota PGRI, kalau kepentingan – kepentingan pribadi seperti mencalonkan diri menjadi anggota DPRD atau apapun silahkan, tapi PGRI nya jangan di bawa – bawa ke masalah politik baik Pilkada atau Pilpres” pinta Bupati Rudy.
Disampaikan Rudy, saat ini Pemkab Garut telah menyediakan anggaran RP 40 Milyar untuk dana bagi mereka yang masuk PPPK, Alhamdullilah melalui program 1 juta PPPK yang sudah di launching oleh bapak Wakil Presiden sehingga sekarang Garut tidak ada batas berapapun kebutuhan guru, asalkan mereka yang usianya di atas 35 tahun karena tidak bisa menjadi PNS, karena dalam UU Aparatur Sipil Negara batas maksimal untuk PNS di bawah 35 tahun.
” Oleh sebab itu saya minta Kadisdik, PGRI, para Korwil untuk melakukan langkah – langkah kongkrit supaya nanti di lapangan tidak ada lagi kekurangan guru, tidak hanya yang sekolahnya hanya ada 1 atau 2 PNS nya, saya berharap para siswa mendapat bimbingan dari guru profesional, guru terhormat dan dengan gaji terhormat” harap Rudy .
Terakhir Bupati mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Konferensi PGRI kabupaten Garut masa bakti ke XXII ini.
” Saya berharap musyawarah ini menghasilkan kepengurusan pilihan bersama, PGRI yang merupakan mitra Pemerintah boleh melakukan kritik ke Dinas Pendidikan” pungkasnya.










