Bupati Garut Menghadiri Pelantikan DPC HILLSI Kabupaten Garut

3.077 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bupati Garut H Rudy Gunawan menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia ( HILLSI ) kabupaten Garut yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Harmoni Cipanas Tarogong Kaler, Selasa 16 Februari 2021.

Turut hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hj Erna Sugiarti, Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong, Ketua Hillsi propinsi Jawa Barat Hj Ety Rusmiati beserta jajaran dan Para Kabid di lingkungan Pemerintah kabupaten Garut.

Advertisement

Dalam sambutannya Bupati Garut mengatakan, keberadaan lembaga kepelatihan bagi Pemerintah Daerah kabupaten Garut sangat penting.

” Karena bagaimana pun juga hal yang berhubungan dengan pendapatan itu dihasilkan dari mana saja, meski Garut merupakan daerah pertanian, tetapi kepemilikan tanah nya ada di kabupaten Garut tidak mutlak seluruhnya dimikiki warga Garut , contohnya 85 ribu Hektar tanah di kabupaten Garut dari 300 Hektar adalah milik Perhutani, sedangkan sisa nya milik PTP dan perkebunan perkebunan lainnya milik swasta, kita di sektor pertanian sangat sedikit” kata Bupati Garut.

Jadi imbuhnya, Pemkab tidak bisa kalau hanya mengandalkan pertanian meskipun PDRB kita ada di sektor pertanian.

” Maka ketika saya menjadi Bupati yang pertama saya datangi adalah Balai Latihan Kerja ( BLK ), maka ketika saya masuk RTRW kita rubah karena semua berbasis kepada yang disebut provinsi kawasan berfungsi lindung, kita tidak akan meningkat pendapatan berkapita tanpa ada pendapatan di luar sektor pertanian” imbuhnya.

Masih kata Bupati Rudy, untuk pendapatan daerah di sektor wisata juga sangat tidak bisa diharapkan , karena tidak semua dimiliki Pemkab Garut meski kita memiliki wisata alam.

” Ok lah kita dikaruniai wisata air panas, tetapi tidak semua menunjang untuk pendapatan perkapita Pemkab Garut, akhirnya industri terbatas kita ajukan ke Pemprov Jabar yang waktu itu Gubernur Ahmad Heriawan, waktu itu Pemprov tidak mengizinkan, Bappeda Jabar juga seperti itu, di dalam rekomendasinya dikatakan bahwa Garut merupakan daerah kawasan lindung, tidak boleh ada Industri, dan akhirnya mendapatkan rekom 500 hektar dari 300 ribu hektar luas kabupaten Garut” papar Rudy

Oleh sebab itu lanjutnya, maka tidak ada jalan lain, sekarang ini bagaimana kita meningkatkan angka perkapita kabupaten Garut di sektor lain di luar pertanian

” Kalau kita hitung, bedinde – bedinde kita yang bekerja di luar Garut serta orang – orang yang bekerja di luar Garut itu berkisar 150 ribu orang, saya berharap kehadiran HILLSI bisa menghasilkan tenaga – tenaga kerja di kabupaten Garut lebih profesional dan berkualitas” pungkasnya.