BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Dengan mengambil tempat di kantor desa Indralayang kecamatan Caringin, Rabu 29 September 2021, Bupati Garut H Rudy Gunawan menghadiri Pembukaan Acara Pencanangan Program Garut Merdeka Internet (GARMENT) dan Garut Caang Informasi (GACOR) Tahun 2021 yang diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi kabupaten Garut.
Pada kali ini Bupati Garut didampingi oleh Direktur Cifo penyedia jasa layanan internet, Kepala Dinas komunikasi dan informatika Kabupaten Garut, Kepala dinas Dpmpd kabupaten Garut turut hadir diantaranya Camat Caringin, Camat Cikelet, Camat mekarmukti, Kabag app Setda kabupaten Garut, Kabag Tapem Setda kabupaten Garut, Kabid e-government Diskominfo kabupaten Garut, Kabid IKP Humas diskominfo garut, Kabid persandian diskominfo Garut, Kasubag atpem Tapem Setda kabupaten Garut, Kasi jaringan diskominfo Garut, Kasi command center diskominfo Garut, Lurah indralayang, Lurah purbayani, Turut hadir dalam zoom meeting, Seluruh kecamatan se-kabupaten Garut dan Seluruh desa se-kabupaten Garut.
Dalam sambutannya bupati Rudy Gunawan mengatakan, dirinya telah hampir delapan tahun menjadi Bupatu, tetapi merasa bahwa apa yang telah dikerjakan dirasa tidak optimal.
” Tetapi usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan akselerasi kebutuhan masyarakat tetap kita lakukan meskipun anggaran yang berhubungan dengan itu semakin hari semakin mengecil, apalagi sekarang ini dari tahun 2020 anggaran Pemerintah Kabupaten Garut di efisiensi oleh pemerintah pusat 230 milyar pertahun” kata Bupati Rudy diawal sambutannya.
Oleh sebab itu lanjutnya, pihaknya berharap dengan kemampuan keuangan daerah yang terbatas kita melakukan langkah-langkah efektif dan efisien untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat.
” Sekarang ini pembangunan dengan sistem politik anggaran Bapak Joko Widodo menggunakan pendekatan gotong royong, pembangunan berasal dari daerah pinggiran dari desa, sekarang ini anggaran dari Desa sebelum berlakunya undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 dengan setelah berlakunya undang-undang Nomor 6 2014 diikuti dengan politik anggaran yang mendekatkan pelayanan ke sentra-sentra terpencil daerah terluar dan desa, maka dulu kepala desa hanya mendapatkan anggaran tidak lebih daripada Rp100 juta pertahun, tapi sekarang desa-desa itu baik berasal dari bantuan anggaran yang bersumber dari dana desa, alokasi dana desa dan bantuan keuangan lainnya tidak kurang mendapat anggaran 1,5 miliar. Oleh sebab itu karena ada anggarannya, kini banyak tokoh-tokoh masyarakat yang ingin membangun desanya karena sarana utama pendanaan itu menjadi sumber penting di dalam pembangunan desa tersedia, maka setiap lebih daripada 1000-2000 orang mengikuti Pilkades ” ungkapnya.
Bupati menyampaikan, saat ini Pemkab Garut mengelontorkan anggaran kurang lebih Rp 10 Milyar ke Dinas Diskominfo untuk tahun ini, berapa pun anggaran yang diperlukan supaya semuanya mendapatkan akses yang sekarang tidak boleh tidak karena saat ini sudah di era 4.0, kita ingin semua daerah memiliki akses internet
” Sekarang ini semua daerah Saya ingin dalam kondisi ada akses internet, disini ada dinas pendidikan bagaimana kita tanggung jawab ketika pandemi, anak – anak belajar melalui Darling, tidak ada internet, anak-anak itu tertinggal jauh, nah Alhamdulillah sekarang ini dengan gotong-royong pemerintah kabupaten telah menggarkan Rp 11 Milyar, saya berharap sekarang ini kita bergotong royong, tetapi untuk bisa kita bertransaksi mau apapun yang menyangkut tentang hasil – hasil pertanian untuk kebutuhan ekspor, jadi dengan adanya internet kesejahteraan masyarakat akan meningkat” ucapnya.
Sambungnya, hal yang berhubungan dengan penganggaran dan sistem pemerintahan berbasis elektronik, hari ini kita akan deklarasikan Garut Merdeka Internet ( Garment ) dan Garut Caang Informasi ( Gacor ).
” Saya hari Senin atau hari Selasa akan melaksanakan zoom metting dengan 421 kepala desa, apabila 421 Desa tidak bisa ada akses ke kantor yang ada di Pendopo berarti Garut belum merdeka” pungkasnya.










