Bupati Garut Sambut Tim Penilai BBGRM

3.164 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bupati Garut H Rudy Gunawan Hadir menyambut Tim Penilai Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM ) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2019 yang diketuai R Firman N di desa Sindanggalih kecamatan Karangtengah, Senin 15 April 2019.

Dalam sambutannya Bupati Garut H Rudy Gunawan menyatakan bangga dengan aktivits masyarakat Desa Sindanggalih, sehingga menjadi contoh sifat kegotongroyongannya dengan menyandang prestasi BBGRM tingkat kabupaten Garut, sehingga mengikuti lomba tingkat provinsi Jawa Barat.

” Saya berharap prestasi desa Sindanggalih dapat mengharumkan nama Kabupaten Garut mengikuti desa berprestasi lainnya di Kabupaten Garut ke kancah nasional” kata Bupati Garut.

Masih kata Bupati Rudy Gunawan, Desa Sindanggalih kini memiliki asset yang besar, terbukti dengan dimilikinya BUMDES (Bdan Usaha Milik Desa) berupa mini market yang kini omsetnya ratusan juta rupiah. Selain itu terdapat industri rumahan mulai dari kuliner hingga panday besi yang menghasilkan beberapa produk peralatan rumah tangga yang merambah daerah lain di luar Kabupaten Garut.

” Ini merupakan potensi besar dalam membangun perekonomian desa hingga mampu memberikan kesejahteraan bagi warganya”, ucapnya.

Lanjut Rudy Gunawan, prestasi kabupaten Garut dalam mengikuti lomba BBGRM dalam kurun 4 tahun berturut – turut mampu menjadi yang terbaik se Jawa Barat mengalahkan desa – desa yang lain.

” Untuk itu saya menyakini desa Sindanggalih mampu untuk menjadi yang terbaik dan meraih prestasi yang sama dengan 4 desa sebelumnya, apabila itu terjadi Apresiasi akan kita berikan kepada desa sebagai bentuk penghargaan Pemkab Garut”, tutur Rudy Gunawan.

Sementara itu Ketua Tim Penilai R Firman N mengatakan, Sindanggalih merupakan satu desa yang masuk dalam kategori 3 besar kabupaten yang terpilih, ” Jadi untuk prestasi sendiri minimal juara ke 3 sudah ditangan” Ungkap Firman dalam sambutannya.

Sambung Firman, dalam BBGRM terdiri dari 2 unsur penilaian administrasi sesuai laporan yang disampaikan kabupaten dan yang kedua verifikasi lapangan yaitu kroscek hasil laporan dengan disesuaikan dengan hasil lapangan.

” Dengan harapan dapat melihat langsung Empat indikator yang benar sesuai dengan laporan yang telah diterima tim penilai provinsi”, pungkas Firman