Camat Rena : Kantor Kecamatan Hanya Dijadikan Tempat Penitipan Masker

901 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Merebaknya isu adanya oknum camat menjadi pemasok masker kepada kepala desa, ketua paguyuban camat kabupaten Garut Rena Sudrajat menapik isu tersebut, menurutnya tidak mungkin ada camat yang melakukan perbuatan itu, kalau pun ada hanya memfasilitasi antara pengusaha dan kepala desa.

” Di kecamatan Karangpawitan ini, kami hanya memfasilitasi antara pengusaha dan kepala desa dalam pengadaan masker dari program gerakan setengah milyar masker, itu pun perdesa 1000 pcs” kata Rena yang juga Camat Karangpawitan. Rabu 16 September 2020.

Advertisement

Rena menyakini, tidak ada pengkordiniran pengadaan masker, yang terjadi mereka transaksi langsung antara kepala desa yang diwakili Apdesi kecamatan dengan pengusaha masker menggunakan tempat di kecamatan.

” Intinya tidak ada pengkordiniran disini, melainkan mereka teransaksi langsung dengan pengusaha, hanya saja supaya memudahkan pengusaha, pihaknya menerima titipan barang itu melalui Kasi Kesra yang ada di kantor ini, barang nya sudah di distribusikan” akunya.

Terkait penggunaan foto sambung Rena, hal itu wajar adanya, tidak terpikir sampai sejauh itu untuk dijadikan ajang kampanye bagi Kepala Desa yang akan mencalonkan kembali di Pilkades 2021.

” Yang penting itu kan standar Kemendesa, soal pemasangan foto itu hanya bentuk kreasi saja, tidak berpikir sejauh itu ke Pilkades 2021″ ucapnya.

Sementara itu Kepala Desa Lebak Agung Aep yang merupakan DPK Apdesi Karangpawitan mengakui, pemesanan masker dengan mengunakan foto kepala desa merupakan hasil kesepakatan bersama para kepala desa yang ada di kecamatan Karangpawitan. Adapun pengadaan barang diakui melalui Kasi Kesra yang ada di Kantor kecamatan Karangpawitan.

” Ya kang, pengadaan barangnya ada di Kasi kesra kecamatan, adapun kepala desa yang merasa tidak memesan masker itu, mungkin Kades itu tidak ikut dalam musyawarah itu” terangnya.

Menurut pendapat Sekertaris Umum Apdesi Garut Sam Sakti menyatakan, apa yang disampaikan oleh Camat Karangpawitan Rena Sudrajat membuktikan adanya pengakuan pengkondisian barang itu meski tidak secara langsung diakui.

” Mengkondisikan dan memfasilitasi pengusaha di kantor kecamatan beda beda tipis lah, ketika barang itu di fasilitasi oleh Camat, secara otomotis kepala desa akan tunduk kepada atasannya dalam hal ini Camat yang ada di daerahnya” pungkasnya.