DBD Mulai Menyerang Masyarakat Pandeglang, Ketua DPRD Minta Dinkes Sigap

1.906 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID Pandeglang – Demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Pandeglang, selama bulan puasa (Juni) hingga pasca hari raya Idul Fitri (Mei), menyerang masyarakat, Ketua DPRD Pandeglang, Gunawan meminta pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang sigap dalam menangani kasus tersebut. Banyak sekali masyarakat dibeberapa kecamatan pada bulan puasa hingga hari raya Idul Fitri yang melaporkan kepada pihaknya tengah terserang DBD.

Maka dari itulah Dinkes harus sigap untuk melakukan penanganan dan membasmi jentik nyamuk yang mengakibatkan DBD tersebut.

“Seharusnya, Dinkes melihat cuaca yang terjadi saat ini, artinya jika cuaca itu bakal menyebabkan tumbuhnya jentik nyamuk yang mengakibatkan DBD, harus langsung mengatisipasinya. Jangan malah tak ada upaya apapun dan harus menunggu korban berjatuhan terlebih dahulu,” kata Ketua DPRD Pandeglang Gunawan, Selasa 11 Juni 2019.

Menurutnya, kalau saja Dinkes sigap mengatisipasi agar tak ada nyamuk yang berakibat DBD, tentu saja tidak akan ada korban yang berjatuhan. Maka dari itulah Dinkes agar segera terjun kelapangan menangani kasus DBD yang terjadi saat ini.

“Tetangga saya saja ada yang terserang DBD, maka kalau memang harus dilakukan poging segera lakukan, dan jika harus dicari jentiknya segera lakukan gerakan mengajak masyarakat agar bersama-sama membasmi jentik nyamuk. Jangan sampai ditunda-tunda, karena bakal berdampak fatal terhadap warga lainnya (menular,red), dalam waktu dekat Yang pasti nanti saya secara kelembagaan bakal berkoordinasi, dan langsung memerintahkan agar segera bergerak menangani kasus tersebut,” janjinya.

Selain itu tambah Gunawan lagi, ia juga meminta kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing.

“Cuaca saat ini tidak bersahabat, makanya masyarakat harus benar-benar menjaga kebersihannya di lingkungan masing-masing terutama menguras tempat-tempat yang berhubungan dengan yang ada airnya. Hal itu bagian dari mecegah terjadinya DBD,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada (Dinkes) Pandeglang, Dr. Kodiat Juarsa membenarkan, dari bulan puasa atau di bulan Juni hingga saat ini pasca lebaran atau bulan Mei tidak sedikit masyarakat yang terkena kasus DBD.

“Dibulan Juni itu jumlah yang terserang DBD mencapai sekitar 20 orang, dan untuk bulan Mei hingga saat ini ada 5 orang. Jumlah itu sebetulnya kalau dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, trendnya mengalami penurunan,” ungkapnya.

Atas terjadinya kasus itu, dia mengklaim pihaknya sudah melakukan penanganan kelapangan sesuai laporan yang ada. Penanganan yang dilakukannya kata dia, terutama mendatangi kediaman penderita melakukan pencarian jentiknya.

“Kami menangani itu sesuai laporan, jika tidak ada laporan ke Puskesmas atau Dinkes kami tidak bisa menangani, itu prosedurnya. Kami juga tidak bakal langsung mempoging lingkungan tersebut, akan tetapi lebih dulu melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Tambah dia, untuk dibulan Mei ini pihaknya sudah melakukan upaya poging dilima Kecamatan. “ada lima titik yakni, dii Kecamatan Jiput dua lokasi, Majasari satu, Pulosari satu, Cimanuk satu dan Kadu hejo satu,” pungkasnya.