BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) menggelar kegiatan silaturahmi dan curah gagasan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar di Hotel Horison, Bandung, Rabu, 25 Oktober 2017.
Dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh kandidat bakal calon Kepala Daerah Jabar terlihat hadir. Mereka yang hadir adalah Nampak hadir diantaranya Deddy Mizwar (Wagub Jabar), Sutrisno (Bupati Majalengka), Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta), Anton Charliyan (Wakalemdiklat Polri), Iwa Karniwa (Sekda Provinsi Jabar), Puti Soekarno, Abdi Juhana (PDIP Jabar) dan Agung Suryamal (Ketua Kadin Jabar)
Dalam pemaparan gagasannya, Abdi Yuhana menyoroti soal berbagai potensi Jawa Barat, dari mulai potensi alam hingga sumber daya manusia di Jabar yang jumlahnya mencapai lebih dari 46 jutaan orang
” Jabar memiliki energi panas bumi 40 persen dari nasional, ” kata Abdi
Sementara itu, Agung Suryamal menyatakan, Jawa Barat bukan hanya berpotensi namun juga Jawa Barat menghadapi permasalahan yang sangat krusial, yaitu ekonomi dan penegakan hukum
” Jawa Barat perlu manajer yang memanage dari mulai potensi alam, politik, ekonomi hingga SDM. Potensi banyak, namun belum maksimal terkelola, saya maklumi karena untuk mengelola provinsi yang sedemikian besar seperti Jawa Barat, perlu koordinator yang bisa men sinergikan semua potensi dan stakeholder di Jabar, masuk kesemua kalangan tanpa ada resistensi, ” ujar satu – satunya kandidat balon Gubernur dari kalangan pelaku usaha ini.
Sementara itu Deddy Mizwar dikesempatan itu sempat menyentil para anggota DPR RI asal Jawa Barat
” Jawa Barat menjadi satu satunya provinsi yang membangun bandaran internasionalnya dengan APBD, para anggota DPR RI asal Jawa Barat kemana ? bahkan dibangun diwilayah pak Soetrisno ( Majalengka ), tapi kita sangat sulit mendapat perijinan, ” sindir Demiz
Sementara itu, Anton Charliyan yang juga bekas Kepala Kepolisian Daerah ( Kapolda ) Jawa Barat, menyinggung masalah kesenjangan dan angka Intoleransi yang tinggi masih disematkan pada provinsi Jawa Barat .
“Ada analisis kesenjangan yang perlu kita perbaiki, di bidang apa saja? Jawa Barat, masuk daerah termiskin ke tiga, banyak pengangguran, keamanan pun juga sangat rawan. Menurut data, Jabar masih tinggi angka Intoleransinya, bahkan terkenal di dunia internasional, ” ucap Anton
Sementara itu Dedi Mulyadi memaparkan poin – poin visi misi membangun Jawa Barat yang berbasis budaya. Masih kata Dedi pembangunan harus memiliki karakter. Lanjutnya, semua bupati dan wali kota juga tidak boleh hanya berorientasi sektor industri.
” Ini nanti bisa menjadi kompetisi saling membunuh. Sementara ada daerah kawasan hutan, hulu, dan konservasi, jadi tidak boleh semua daerah jadi kawasan ekonomi industri, ” kata dia
Puti Soekarno mengatakan, Jawa indah memiliki potensi wisata yang sangat besar, namun sangat disayangkan Jawa Barat tidak masuk dalam 10 Destinasi wisata nasional
” Tapi tidak masuk dalam 10 destinasi wisata nasional, ” kata Puti
Lebih lanjut puti menyatakan, jika berbicara angka dan prosentase, pengangguran di Jawa Barat terlihat kecil, namun dalam pandangan Puti masalah rakyat miskin bukan sekedar angka – angka
” Angka kemiskinan dan pengangguran kalau secara angka kecil, tapi kita berbicara masalah rakyat. perut rakyat. kalau lapar mereka tidak bisa berfikir, ” tambahnya
Setidaknya sepuluh tokoh balon kepala daerah diundang PDIP dalam acara ini, namun dua tak hadir yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan istri Gubernur Jabar, Netty Heryawan.











