Di Hardiknas Tahun Ini, Disdik Garut Genjot Program Pendidikan Berkarakter

10.792 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Wakil Bupati Garut H Helmi Budiman menjadi Inspektur Upacara dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ) 2 Mei 2019 dengan tema ” Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan ” di lapangan Alun – alun Otista Garut.

Dalam upacara itu Wabup Helmi Budiman membacakan sambutan Menteri Pendidikan Republik Indonesia yang isinya menyampaikan bahwa tema Hardiknas tahun ini adalah Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan, tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantaraterkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumber daya manusia yang berkualitas demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

Advertisement

” Dalam perspektif Kemendikbud pembangunan SDM Menekankan dua penguatan yaitu pendidikan berkarakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja, dalam pendidikan karakterdimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, sopan santun, tanggungjawab serta berbudipekerti yang luhur. Sementara ikhtiar membekali keterampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan, tentu semua itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan di tingkat pusat dan daerah”, sambutan Menteri Pendidikan yang dibacakan wabup Helmi Budiman.

Helmi sendiri menyampaikan, di kabupaten Garut penekanan pendidikan berkarakter telah berjalan melalui beberapa program diantaranya program Embun pagi bagi seluruh tingkatan satuan pendidikan di kabupaten Garut, Magrib mengaji dan extra kulikuler di sekolah.

” Pendidikan karekter di Garut sampai saat itu terus berjalan dan semakin ditingkatkan”, ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong mengatakan, program – program yang menuju ke pendidikan berkarakter di kabupaten Garut terus kita tingkatkan, fokusnya bukan lagi hanya di sekolah saja tetapi, di lingkungan dan keluarga.

” Karena keberadaan Siswa di sekolah tidak lebih dari 9 jam, sementara luar dari ini peran keluarga dan lingkungan menentukan juga prilaku siswa, sementara untuk memperkuat pendidikan karakter backron keagamaan yang bisa kita terapkan di Garut saat ini ” ungkap Totong.

Lanjut Totong, program yang kita canangkan yang berkaitan dengan lingkungan Sekolah, masyarakat dan keluarga diantaranya program Embun pagi, gerakan Calakan guna pemenuhan 8 standar nasional pendidikan, ada pula gerakan Heman dimana peran guru, wibawa dan harkat martabat guru, gerakan Kayungyun adalah ditujukan kepada ASN di dinas pendidikan dimana kita harus bisa melayani dan memajukan pendidikan di kabupaten Garut.

” Satu lagi Nariksa Sakola dimana ini peran serta orang tua murid dan masyarakat dalam membantu membangun sekolah dengan baik, Dinas Pendidikan akan terus memperkuat hal itu” pungkasnya.