
BUANAINDONESIA.COM, JABAR – Dari empat kandidat dalam konvensi Partai Demokrat, sebagian peserta telah memaparkan visi dan misi. Namun ada yang berbeda dengan satu kandidat yakni Rd. H.Holil Aksan Umarzen. Holil menyampaikan sebuah makna yang terkandung dalam slogan Mapag Kajayaan Garut.
Holil memberikan satu perumpamaan
Seseorang yg tidak mau mewujudkan cita-cita Adalah seperti petani yg tidak mau menanami sawahnya atau seorang ibu yg tidak mau menyusui anaknya,
” Maka karena itulah sebabnya kenapa saya bersedia diminta menjadi peserta konvensi calon Bupati dari partai demokrat ,” ujar Holil.
Ditambahkan Holil, ia bertekad untuk mewujudkan cita cita masyarakat Garut yg menginginkan Garut menjadi Tanah yg subur , rakyatnya makmur, Pemerintahannya yang adil dan wilayahnya yang aman,
” Baldatun thayyubatun warrobun Ghofur. Untuk terwujudnya cita cita mulia itu tentunya ada 4 kekuatan sumber daya manusia yang harus ada yaitu satu , ulama para ahli ilmu yang bermanfaat dibidangnya dan mau mencerdaskan masyarakatnya. Kedua, Umaro, Pemerintahan, Pemimpin yang adil. Ketiga para agnia atau pelaku ekonomi disegala kebutuhan hidup yang jujur dan peduli. Empat rakyat yang cinta kepada negrinya dan kepada pemimpinnya.
” Inilah makna dari MAPAG KEJAYAAN GARUT yang saya usung sebagai pijakan perjuangan saya menjadi bupati Garut 2018 dengan membangun kekuatan sumber daya manusia dalam mengelola seluruh potensi sumber daya Alam Garut yang subur dengan tata kelola pemerintahan yang modern Profesional dan amanah untuk kemakmuran masyarakatnya, dengan adil dan aman, sehingga tujuan adanya Bupati dapat mencapai sasarannya dengan benar benar dinikmati rakyatnya, tidak seperti yang selama ini berjalan, Garut gunta ganti Bupati tapi Rakyat tidak menikmati, ” pungkas Holil.











