Dianggap Merusak Perkebunan Warga, Perusahaan Agrobisnis Diancam Dipolisikan

36.550 dibaca

PANDEGLANG, BuanaIndonesia.com – PT Aman Agrindo, sebuah perusahaan yang rencananya  akan membuka lahan baru untuk lokasi perkebunan tebu diancam dipolisikan oleh warga. Lahan yang akan digunakan untuk lokasi perkebunan berdiri diatas tanah seluas 82 Hektar dan berlokasi di blok komplek pemuda (KNPI) tepatnya kampung Cadas Ngampar, desa Cimanis, kecamatan Sobang kabupaten Pandeglang.

Pihak perusahaan dianggap arogan dan lamban dalam melakukan penyelesaian pada lahan warga yang telah mereka rusak.  Yadi (41), Salah satu pemilik lahan di blok komplek pemuda, desa Cimanis menyatakan seharusnya pihak perusahaan peka dan segera menghentikan pekerjaannya sebelum adanya penyelesaian dengan pihak yang telah dirugikan.

Advertisement

” Ironisnya mereka tahu, namun terus saja melakukan pengrusakan pada lahan tersebut. Jelas ini disengaja sehingga bukan saja cocok tanam yang sudah mereka rusak dan kini rata dengan tanah bahkan lahan dengan berawal seluas 5000 M2, kini tersisa seluas 3600 M2.” Kata Yadi

Yadi berharap pihak yang berkepentingan agar segera turun langsung kelapangan untuk mengklarifikasi kembali pada perusahaan tersebut, sehingga keberadaan nya diakui dan diterima oleh warga sekitar kawasan.

” Jika perlu berikan sangsi tegas, jika mereka telah melanggar Peraturan daerah (Perda).” Masih kata Yadi.

Sementara Sukron Sekjen LSM Laskar Siliwangi Bersatu Banten menyesalkan atas prilaku perusahaan tersebut, harusnya mereka hati-hati dan teliti dalam melakukan pekerjaannya dalam membuka proyek baru perkebunan tebu yang berlokasi dekat pemukiman penduduk.

” Jika hal ini tidak segera dilakukan penyelesaian. Kami mendukung hak warga untuk mengadukan ke pihak hukum dalam perkara pengrusakan hingga merugikan harta benda mereka.” Kata Yadi

Sementara itu staf meneger PT Aman Agrindo Suparmin menyangkal jika pihaknya akan lepas dari rasa tanggung jawab atas pengrusakan yang telah dilakukan oleh para pekerjanya dilapangan.

“Ini cuma salah paham mas” Ucap Suparmin.