BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Rutinnya Bupati melakukan mutasi Rotasi dilingkungan pejabat Pemerintah daerah setelah dilantik, mendapat kritikan dari ketua DPD Partai Nasdem kabupaten Garut Tubagus Hamzah. Sabtu 4 Januari 2020.
Menurut Tubagus, rotasi dan mutasi yang kerap dilakukan bupati Garut memperlihatkan bahwa bupati merasa kurang percaya terhadap kinerja aparatur selama ini.
“Di periode 2019 bupati hampir tiap Minggu melakukan rotasi-mutasi bahkan promosi. Bayangkan saja hari kedua di tahun baru 2020 ini bupati melakukan mutasi Rotasi dan promosi hampir 100 orang” kata Tubagus.
Sambung Tubagus Hamzah, proses tersebut tidak akan optimal terhadap peningkatan kinerja birokrasi, karena akan kontradiksi dengan kebijakan Presiden untuk menghapus esselon III dan IV, walaupun Menpan RB belum membuat juklat juknis nya sebaiknya bupati menunggu terlebih dahulu atau meminta arahan dari kementerian terkait.
” Dari pada hari ini dilantik esok lusa kebijakan presiden berlaku kan tidak ada manfaatnya. Walaupun saya menghargai kebijakan tersebut adalah hak prerogatif dari kepala daerah” paparnya.
Sebagai Partai Pendukung Bupati lanjutnya, Partai Nasdem mendukung setiap kebijakan reformasi birokrasi, tapi perlu di ingat setiap kepala daerah harus mengikuti visi misi presiden, makanya beberapa waktu lalu Mendagri melakukan rakor Forkominda seluruh Indonesia untuk menyukseskan visi presiden.
” Saya juga belum tau motivasi bupati Garut melakukan kebijakan rotasi, mutasi dan promosi di lingkungan Pemda, karena selama ini kinerja birokrasi pun tidak ada geregetnya. Jadi bupati belum melakukan terobosan-terobosan yang berarti setelah dilantik yang kedua kalinya ini” tuturnya.
Sementara itu ditempat terpisah Bupati Garut H Rudy Gunawan menyampaikan, rotasi dan mutasi serta promosi yang dilakukan selama ini guna mengisi kekosongan akibat adanya ASN yang pensiun dan perubahan organisasi.
” Kita memiliki dasar melakukan hal ini adalah surat mendagri tertanggal 13 Desember 2019, organisasi di kabupaten / kota tetap sebagaimana yang sudah ada kecuali di bidang izin dan investasi” terang Bupati Garut.
Hal lain dikatakan Bupati, rotasi mutasi dilakukan untuk memberikan peluang lain bagi ASN dalam bekerja secara sungguh – sungguh mengejar ketertinggalan IPM Garut, menurunkan angka kemiskinan serta mensukseskan visi misi kabupaten Garut dan visi misi Presiden RI.
” Untuk itu dalam upaya itu semua, saya meminta seluruh ASN serius bekerja dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya” tegas Bupati Rudy.










