Dinas Pertanian Lakukan Gerakan Antisipasi Kekeringan Tingkat Kabupaten Garut

13.717 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Guna mengantisipasi kekeringan yang melanda kabupaten Garut saat ini, beberapa upaya dilakukan Pemerintah setempat. untuk mengoptimalkan hasil pertanian. salah satu caranya, dengan menyediakan embung – embung air yang berfungsi menampung air untuk kemudian disalurkan ke sawah – sawah pertanian yang produktif, seperti yang diresmikan Bupati Garut H Rudy Gunawan hari ini, Kamis 18 Juli 2019 di desa Cibunar kecamatan Tarogong Kidul kabupaten Garut, dengan menggunakan pompa air, embung yang ada di desa Cibunar di sedot untuk selanjutnya disalurkan ke sawah petani melalui saluran air.

“Sebenarnya ini biasa saja, embung yang berada di bawah, sedangkan posisi sawah di atas dengan Pompa air di sedot, yang diharapkan justru ada teknologi lain yang lebih inovasi seperti yang di produksi warga Cilawu di acara Teknologi Tepat Guna, itu harus di dukung untuk dikembangkan” kata Bupati Rudy Gunawan.

Advertisement

Namun demikian sambung Rudy, karena untuk pertanian penggantian musim dari hujan ke kemarau dan sebaliknya bukan halangan bagi petani untuk terus menerus melakukan budidaya pertanian. Bisa dipastikan air merupakan kebutuhan penting dalam budidaya pertanian.”Menghadapi musim kemarau, Dinas Pertanian harus mempunyai inovasi teknokratik ” ucap Bupati Rudy.

Masih kata Bupati, tahun depan Dinas Pertanian akan mempunyai gagasan besar yaitu gerakan untuk meningkatkan indek pertanaman di tanah – tanah. “Jadi indek pertanamannya itu bukan pada komoditas, tapi tanahnya itu yang kita nilai, misalnya ada satu tanah yang biasanya bisa satu kali atau 2 kali, bisa tiga kali, jadi kalau tanah itu ditanam padi, lalu harga engkol mahal petani tergoda menanam engkol atau yang lainnya, bagaimana kita mau menanam di tanah itu kalau tanahnya tidak mendapat dukungan yaitu air” jelasnya.

Jadi sambung Bupati, saat ini tidak ada jalan lain selain meningkatkan indek pertanaman dari tanahnya. Sekarang indek pertanian di Garut turun 1.8 % sangat tidak masuk akal karena tadinya 2.8 %. “Tentunya ini harus kita pikirkan bersama, tugas kita dalam rangka ketahanan pangan dan mengentaskan kemiskinan di kabupaten Garut, mari kita jadikan indek pertanaman di Garut maksimal sampai di angka 2.5 supaya benar – benar memberikan jaminan kepada petani untuk terus berproduksi” pungkasnya.