Ditelantarkan Di Malaysia, Jamaah Umroh Tuntut Ganti Rugi ke Biro BMP

27.009 dibaca
Kantor BMP Travel dan Umroh Cabang Bogor di Jalan Raya Semplak Nomor 176, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, terlihat sepi. Jamaah haji umroh menuntut ganti rugi ke pihak BMP karena telah ditelantarkan.(BUANA INDONESIA NETWORK/Acep Mulyana).

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR,- Puluhan jamaah haji umroh terpaksa harus terlantar di negara Malaysia untuk transit. Puluhan jamaah umroh ini dapat melanjutkan ibadah umroh ke Tanah Suci Mekah dengan biaya sendiri dengan segala keterbatasan. Padahal, mereka telah membayar kepada pihak Biro Tour and Travel Bumi Minang Pertiwi (BMP).

Dari puluhan jamaah yang telantar tersebut, salah satunya ada yang berasal dari Kota Bogor. Irawati, salah seorang jamaah, mendatangi Kantor BMP Tour and Travel Cabang Kota Bogor yang beralamat di Jalan Raya Semplak Nomor 176, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Yang bersangkutan datang untuk meminta pertanggungjawaban atas penelantaran yang dilakukan oleh pihak BMP.

Advertisement

Irawati mengungkapkan, dirinya beserta suaminya telah mendaftar ke pihak BMP dan dijanjikan perjalanan umroh dengan pelayanan yang mewah serta menginap di hotel berbintang di Arab Saudi. “Namun apa yang dijanjikan oleh pihak BMP tidak semuanya benar. Kami jamaah yang berbarengan berangkat dengan berjumlah kurang lebih 30 orang telantar di Malaysia, sebab nama travel tersebut sudah di-black list oleh pihak Arab Saudi,” ungkapnya, Sabtu 14 April 2018.

Dengan kondisi tersebut, Irawati beserta rombongan lantas menginisiasi untuk terus melakukan perjalan ibadah umroh dengan segala keterbatasan. Bahkan, mulai dari tas, koper, kerudung dan semua perlengkapan yang berlogo BMP dilucuti guna menghindari teguran dan agar dapat diterima oleh pihak hotel di Arab Saudi.

“Sebagai salah satu korban yang mengalami peristiwa seperti ini, saya merasa betapa menderitanya ketika tertipu seperti ini. Untungnya kami bisa  melanjutkan ibadah umroh dengan berinisiatif keluar biaya sendiri lagi hingga sampai di sana,” ujarnya.

Sepulangnya melaksanakan ibadah umroh dari Tanah Suci Mekah, Irawati meminta pertanggungjawaban BMP. “Saya datang ke BMP ini hanya berpikir untuk tidak ada korban-korban lagi ke depannya, paling tidak harus ada efek jera. Pemerintah harus mencabut izin BMP di cabang-cabang lain dan tidak ada toleransi lagi karena ini sama aja pendoliman agama buat muslim di Tanah Air. Hal ini sudah mewabah. Harus ditindak tegas biro travel seperti ini,” tegasnya.

Setelah melakukan pertemuan dan didesak, sambung Irawati, pihak BMP cabang Bogor beritikad dan berjanji akan akan mengembalikan uang jamaah. “Pihak BMP berjanji dalam waktu dekat akan mengganti kerugian dengan membuat surat perjanjian di atas  materai. Pihak BMP juga mengatakan akan tutup,” imbuhnya.

Sementara itu, tidak ada pihak manajemen BMP Cabang Bogor yang bersedia dikonfirmasi. “BMP-nya mau tutup mas,” ucap seorang pegawai jaga di Kantor BMP Cabang Bogor, Minggu 15 April 2018.