BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Tiga Awak media berbeda yang ada di Wilayah Liputan Kabupaten Garut Asep Wahyu (Media Kota), Candra (Fakta Jabar),Heri Sagi (Interaksi Rakyat) dalam waktu dekat ini akan melaporkan Oknum Kepala Sekolah SLB Yayasan Galeuh Pakuan Yulipah atas penyebaran Foto dan penghinaan terhadap profesi wartawan.
Asep Wahyu mengatakan, saat ini foto tersebut telah menyebar di salah satu Grup WhatsApp para kepala Sekolah SLB, selain Foto yang di unggah tanpa izin, Kepala Sekolah juga menyisipkan Tag yang berisi “Mulai Datang Lagi Wartawan,” dan Tag yang berbunyi ,”Ku abdi Teu Dipasihan Artos”,”itu sebagian Tag yang dilakukan Yulipah di Dalam Grup itu,” ujar Asep.
selain itu lanjut Asep ,Ada tag yang berisi Tag , “Ari Abdi Mah Ngarah teu Sumping Deui,(Kalau saya supaya tidak Datang lagi),”padahal saya Kesana dalam Kapasitas Konfirmasi sebagai Awak Media adanya berbagai dugaan penyimpangan di Sekolah itu,” tambah Asep.
Sedangkan Heri menyikapi, bahwa apa yang dilakukan Yulipah Kepada Kami merupakan suatu penghinaan dan pelanggaran hukum dengan mengacu UU ITE pasal 1 angka 1 dan Angka 4,
” Saat ini kami menunggu Klarifikasi dari Yulipah atas tindakannya mengambil foto tanpa Izin dan mengebarkankannya di Grup WA Gugus hingga hingga batas akhir minggu ini, apabila tidak ada jawaban kami segera melaporkan Yulipah dengan UU ITE yang berlaku di Negara Indonesia,” jelasnya.

Berikut ini percakapan Yulipah dengan salah satu Kepsek SLB leuwigoong, Wini
Yulipah :Mulai Datang Lagi Wartawan
wini. :Eta atos ti abdi mah bu haji
yulipah :Ku abdi Teu dipasihan Artos
Yulupah:ari abdi mah ngarah teu sumping deui.
Ditemui Di Kantornya Ketua Gugus 23 Mulyana Jaya Permana mengatakan, dirinya tidak mengetahui akan adanya postingan yang dilakukan Yulipah di Grup WA,namun pihak Gugus akan segera mengklarifikasi kepada Yulipah maksud dari postingan tersebut,
” Saya akan segera meminta klarifikasi kepada beliau dan akan segera memberikan jawaban secepatnya kepada rekan rekan media,” janji Mulyana.











