Saat Bakal Calon Bandung satu Ngopi Bareng, Ini yang Mereka bicarakan

30.103 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Pemilihan Walikota Bandung 2018 makin hangat di kalangan elit partai politik. Setelah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan bertandang ke Pilgub Jawa Barat, kini para calon terus bermunculan seperti, Fiki Satari, Bucky Wikagoe,  Nurul Arifin, Isa Subagja, Rikcy Sobagja, Deden Hidayat, Rizki Mediantoro, Haru Suandaru, Ayi Vivananda, Yana Mulyana, Iwa Garniwa, Farhan, Oded M Danial juga dari kalangan birokrasi tak lain yakni, Sekda Kota Bandung Yossi Irianto dan Priana Wiarasaputra semua siap untuk memperebutkan  kursi Bandung Satu.

Terlihat saat ini semua Balon Walikota masih dalam tahap pengenalan dan penjajakan dengan semua partai yang akan menjadi kendaraan di perhelatan akbar pesta demokrasi Pilkada 2018 mendatang.

Advertisement

Kamis, 24 Agustus 2017 di sebuah  Hotel di Bandung para balon Walikota berkumpul sambil ngopi bareng di acara Obrolan Politik  dan Demokrasi dengan tema ” Proses Pencalonan yang Aspiratif, Parsitipatif dan Kolaborasi Untuk Pemimpin Kota Bandung”. Semua para calon mengeluarkan aspirasinya dan memperkenalkan diri yang akan maju di Pilwakot.

Hadir juga disana, balon Walikota termuda sekaligus pengusaha, Rizki Mediantoro . Kata dia memberikan aspirasinya bahwa, sudah saatnya kaum muda berani dan bisa jadi memimpin sekaligus sebuah inspirasi di era keterbukaan sekarang ini. Bagaimana pun pembangunan di Kota Bandung tentunya harus diiringin semangat karena dilihat sekarang lebih luas dari segala sektor.

” Acara yang di gelar oleh KPU Kota Bandung ini sebagai titik awal untuk mendorong saya maju nanti banyak senior dan mentor saya akan maju sama-sama bertandang juga berkolaborasi nantinya di Pilwakot, ” ujarnya.

Ditanya soal bekal di Pilkada nanti, Rizki mengatakan bahwa, kalau masalah pengalaman sih pasti di bidang bisnis dan olahraga karena lahir di atlet.

“Ya, saya sebagai calon termuda mewakili pemuda di Kota Bandung tentunya harus semangat sekaligus menginsfirasi mereka,” katanya.

Sementara itu, salah satu perwakilan Balon Walikota dari kalangan birokrat yakni, Priana Wirasaputra. Kang Pri, sapaan akrabnya mengatakan bahwa kehadirannya bagian undangan sebagai balon dari KPU. Dengan kumpul bareng ini sebuah ajang silaturahmi dan memperknalkan diri semua tidak ada beradu argumen visi dan misi hanya saharing dengan beberapa balon lainnya.

“Sebagai balon Walikota saya hanya menyampaikan harapan di obrolan politik ini bagaimana seorang pemimpin yang baik serta dan amanah mempunyai integritas tinggi itu paling penting, jangan memperkaya diri sediri. Kalaupun saya terpilih minta diawasi sebagai pelayan masyarakat,” katanya kepada sejumlah media.

Lanjut Kang Pri sebagai pelamar tentunya ada harapan terpilih karena di dalam partai banyak calon yang mau maju,

” semoga  mekanisme dalam partai bisa berjalan dengan fair, ” ujarnya.

Masih kata diq, maju di Pilwalkot ini, sebagai orang Bandung asli juga selama 32 tahun berkecimpung di birokrasi pihaknya mempunyai tanggungjawab moril tersendiri. Untuk itu saya mempunyai komitmen bukan untuk kepentingan diri sendiri.

” yang betul-betul nyaah ka Bandung yah, itu paling utama,” pungkasnya.

Sementara itu, mantan Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda berpendapat dengan obrolan semua para balon sangat penting menjelang Pilkada nanti. Pihaknya menyampaikan aspirasinya bahwa dalam kontek politik Pilkada nanti jangan dijadikan kepentingan oleh para cukong-cukong kepada calon yang akhirnya dijadikan suatu ajang bisnis. Ayi melihat bahwa, saat ini pembangunan sperti apartemen semakin pesat dimana-mana itu suatu bukti.

“jangan dijadikan kita sebagai tamu di rumah sendiri,” jelas Ayi.