BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Peringatan Hari Krida Pertanian ke 47 tahun 2019 dipusatkan di gedung Pendopo Kabupaten Garut, Selasa 20 Agustus 2019 dan akan diselenggarakan selama 2 hari, acara yang dimulai oleh Konvoi iring – iringan mobil hias yang dimulai dari jalan Pahlawan menuju Pendopo Garut diikuti oleh 112 mobil hias dari 42 kecamatan se Kabupaten Garut.
Usai konvoi keliling kota Garut dengan iring-iringan mobil hias, Bupati Rudy Gunawan didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Garut, Ketua Pengadilan Negeri Garut, Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Kepala Lapas Garut, Kepala BNNK Garut, Direktur Bank BJB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, para Camat, KTNA serta seluruh Kelompok Tani se Kabupaten Garut.
Bupati Garut H Rudy Gunawan SH MH MP, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi, kepada Dinas Pertanian, Dinas Peternakan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, para penyuluh lapangan, kelompok tani serta KNKT.
” Inovasi dalam memajukan pertanian di kabupaten Garut patut untuk kita apresiasi, saya akan menunggu hasil Diklatpin Pak Kadis Pertanian apa yang akan dilakukan untuk kemajuan pertanian di Garut, saya yang akan menjadi mentornya” kata Bupati Garut.
Rudy mengaku, ini kali keenam mengikuti hari Krida Pertanian Kabupaten Garut. Kabupaten Garut sesuai RT RW adalah kabupaten Konservasi, yang didukung oleh Agrobisnis, Pariwisata, Kelautan dan nilai tambah adalah Industri dan Mitigasi bencana.
“ Kita akan lipat gandakan program-programnya pada sektor-sektor tersebut, di Garut ini kita susah, tentang kedaulatan tanah kita kekurangan aset, semenjak saya jadi Bupati sampai sekarang, Dinas Pertanian tidak punya aset tanah, yang ada punya para administrator, ada PTPN, milik BKSDA, milik Perum Perhutani, ada juga miliknya bapak Tomi Suharto. Sisanya luas wilayah dibagi rata jumlah penduduk Garut 2,7 juta jiwa, hanya kepemilikan kurang dari 250 meter persegi,” kata Rudy.
Rudy menambahkan, bulan depan Garut akan dikunjungi Bupati dari Korea, dan nantinya mempersilahkan petani-petani Garut untuk datang ke Korea.
“ Tahun depan kami akan sediakan hadiah sebesar Rp500 juta, Nanti tanggal 1 kita akan ada kunjungan dari Bupati Korea. Nanti kita akan berangkatkan para petani muda laki-laki atau perempuan, untuk belajar disana dan dibiayai Pemerintah Daerah,” jelas Rudy.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Ir Beny Yoga Gunasantika MP, dalam laporannya menuturkan, potensi Kabupaten Garut sangat besar, sehingga di hari Krida Pertanian, tak hanya menampilkan hasil pertanian, namun dari peternakan dan perikanan serta lingkup binaan Dinas Ketahanan Pangan juga.
“ Hari ini juga ditampilkan Teknologi Tepat Guna dari para petani, mudah-mudahan bisa menginisiasi petani muda, agar tertarik terhadap pertanian, kegiatan diikuti oleh 42 kecamatan se Kabupaten Garut, termasuk SKPD, konvoy kendaraan hias ada 112 mobil,” tutur Beny.
Lanjut Beny, masyarakat sangat antusias termasuk dorongan stakeholder yang ada. Tahun depan Dinas Pertanian berencana tentunya dengan restu Bupati Garut, berbagi kebahagiaan di hari Krida Pertanian, ingin di bagi tiga wilayah, yakni utara, Tengah dan selatan.
“ Kalau sekarang semua datang ke Garut, tapi yang menikmati acara, hanya warga sekitar kota saja, saya ingin tahun depan, tentunya dengan restu pak Bupati, kegiatan akan dibagi tiga wilayah,” terang Beny.
Ditambahkan Beny, selain pameran pertanian dan mobil hias, ada juga penampilan “Ngagondang”, yakni kesenian tradisional menumbuk padi, yang diikuti seluruh kecamatan. Ini budaya kearifan lokal yang sengaja diangkat kembali, karena saoah satunya hasil beras berkualitas adalah hasil Ngagondang.
“ Ada juga lomba asah terampil dan bongkar pasang traktor, rajang tembakau,” pungkasnya.











