Ini Kronologi Awal Perkenalan Ketua DPC Gerindra Garut Yang Percakapan Pribadinya Menjadi Konsumsi Publik

19.312 dibaca

BUANAINDONESIA.CO,ID, GARUT – Sempat menjadi konsumsi Publik percakapan ketua DPC Gerindra Garut Enan yang juga anggota DPRD Garut dengan Perempuan berinisial A, Enan bermaksud melaporkan kejadian ini ke Pihak Kepolisian dan Dewan Pers.

” Melalui Penasehat Hukum saya akan melaporkan pencemaran nama baik ini” kata enan ditemui dikantornya, Selasa 10 September 2019.

Dikatakan Enan, kronologi pertemuannya d berawal dari akun IG nya yang di follow oleh seorang perempuan yang berinisial A.

” Dia nge DM atau Chat saya, mengaku orang Karangpawitan dan Kost di Garut, entah kerjanya apa saya nga tau” kata Enan.

Sambungnya, lalu saling meminta no telepon dan WhastApp, kami chat dengan gaya bercanda seperti yang terjadi viral saat ini dan itu sepengetahuan Istri.

” Istri pun mengetahui, karena istri membaca WA tersebut, mungkin namanya istri suka membuka Handphone suami, karena takut suaminya ngapa – ngapain di luar” terang Enan.

Lalu lanjut Enan, dari cerita dia mengaku bahwa dirinya mengaku pendukung Paslon No 2 di Pilpres 2019, dengan mengaku sebagai anggota Gerindra.

” Yang jadi heran, kenapa dia tidak mengenal saya, akhirnya dia kirim foto pribadi saya untuk menegaskan bahwa yang diajak ngobrol itu saya” tuturnya.

Masih menurut keterangan Enan, dari percakapan itu, dia meminta bantuan untuk kegiatan Agustusan, sebagai anggota Dewan tentunya satu tuntutan untuk membantu kegiatan itu.

” Selang beberapa hari ada yg telepon ke saya temen saya sendiri inisial C, bahwa dia menjelaskan yang chatan dengan saya itu adalah istrinya, saya jawab bagus dan saya menyampaikan kemarin diberi bantuan untuk agustusan ada org malam – malam suruhan inisial A untuk mengambil uang tersebut, Inisial C dalam percakapan meminta bantuan juga dia perlu dana mendesak pada saya tapi saya tidak kasih karena lagi tidak pegang uang saat itu. Besoknya C telepon lagi menanyakan bantuan tersebut dan terus kontak saya menanyakan, sampai akhirnya muncul di facebok bahwa ada ketua partai anggota DPRD melakukan pencabulan, dan sekarang sudah dihapus oleh dia sendiri, dia terus hubungi saya bahwa dia akan melakukan sesuatu pada diri saya, saya respon dengan biasa – biasa saja. Bahasa menyindir – nyindir. Dan dia mengchat saya di WA 2 x 24 jam dengan mengancam ketua akan mendapatkan info luar biasa, dan chat lagi media sekarang akan bicara, dan masih banyak lagi chatan yang mengancam seperti itu sampai akhirnya muncul di media”, paparnya.

Disampaikan Enan, dirinya merasa heran apabila percakapan yang terjadi antara dirinya dan perempuan ini dikategorikan menggoda istri orang, karena dalam percakapan pun bisa dilihat tidak ada satu pun kata – kata yang mengajak dia untuk berselingkuh, yang ada hanya meminta untuk mencarikan pacar itu pun konotasinya dalam kontek candaan.

” Makanya saya heran kalau sampai dituduh merayu Istri orang, selain dia tidak mengaku bersuami, saya sendiri tidak pernah mengungkapkan kata – kata rayuan, adapun kata Geulis itu hal yang wajar disampaikan seorang lelaki kepada seorang perempuan siapapun, untuk itu saya melalui penasehat hukum Gerindra meminta untuk melaporkan atas beredarnya chat pribadi saya dan pencemaran nama baik saya ke pihak yang berwajib” ancam Enan.

Dilain pihak kuasa hukum Syam Yousep menyatakan, hari ini pihaknya akan segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib, selain itu pihaknya juga akan melakukan konsultasi kepada Dewan Pers atas berita yang dimuat oleh beberapa media online.

” Hari ini saya akan melaporkan kejadian ini ke Polda Jawa Barat, dan berkonsultasi dengan Dewan Pers” ucap Syam Yousep melalui Telepon Selulernya.