Inikah Arti Kata -Kata Simbol Dalam Pernyataan Dedi Mulyadi Hari Ini?

23.679 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Ketua DPD I Partai Golkar Dedi Mulyadi mengeluarkan pernyataan yang isinya memahami bahwa ada dinamika politik yang sangat kuat yang terjadi di tubuh DPP Partai Golkar. Dalam pernyataan itu, Dedi dianggap tidak mengeluarkan keputusan apapun dan memilih mengeluarkan pernyataan yang dianggap bahasa simbol.

“ Kita sudah menyaksikan seutuhnya dan sepenuhnya beredar di media sosial, dalam berita-berita online dan muncul di layar kaca bahwa pada hari sabtu yang lalu abang kita Idrus Marham sudah memperlihatkan surat rekomendasi DPP Partai Golkar untuk pemilihan Gubenur Jawa Barat tahun 2018 tepatnya hari rabu 27 Juni, dan memberikan rekomendasi untuk pasangan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien. Sehingga kami keluarga besar DPD Golkar Provinsi Jawa Barat sangat memahami apa yang menjadi keputusan DPP, jadi kalimatnya kami sangat memahami,” kata Dedi di konfrensi pers pada Senin, 6 November 2017 di kantor DPP jawa Barat Partai Golkar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung

Advertisement

Menanggapi ini, Pengamat Politik dari Aliansi Masyarakat untuk HAM, Demokrasi dan Keadilan Hukum ( Amandemen ),  Dr Yusuf Hermawan mengatakan, pernyataan Dedi Mulyadi tersebut belum bisa disebutkan apakah akan mengalah atau melakukan perlawanan kepada DPP Partai Golkar

“ Ada dua poin yang menarik dan bisa kita garis bawahi. Menerima itu  tidak tegas mengatakan menerima atau menolak dan kemudian melakukan perlawanan kepada DPP Partai Golkar. Kan memahami belum tentu menerima, “ kata Yusuf

Masih kata Yusuf, jika Dedi memilih menolak dan melakukan perlawanan konstitusional ( di Mahkamah Partai )  terhadap keputusan DPP Partai Golkar, apakah hasilnya nanti akan menang atau kalah, Dedi membuktikan pada pendukungnya dia seorang pejuang politik

“ Tapi saya yakin pendukungnya menunggu sikap sebenarnya.  Ini untuk membuktikan Demul seorang pejuang sejati . Kalau melawan, apakah itu menang atau kalah itu kan hal berbeda. Perlawanan yang saya maksud ini adalah perlawanan konstitusional. Ini politik, kata – kata memahami bisa diartikan juga Dedi tau alasan mengapa DPP ( Partai Golkar ) mendukung Ridwan Kamil, nah tinggal DPP memahami tidak ? memahami aspirasi kadernya tidak. Nah statement dia soal akan berjalan seperti air yang mengalir kemana ia berkelok saya akan mengikuti juga kalau kami terjemahkan kurang lebih air itu mengalir, kalau dihalangi, akan mencari jalannya sendiri, kalau dibendung dan jika tidak terjaga debitnya, meluber kemana – mana. Bahasa simbol ya, saya sepakat. yang pasti Dedi ditinggalkan Golkar,“ kata yusuf.