Jakarta Rentan Terkena Goncangan Gempabumi

18.581 dibaca
Badan Geologi merilis kerentanan Jakarta terhadap gempa di Gedung Geologi Bandung, Kamis, 7 Maret 2018.

BUANAINDONESIA.CO.ID , KOTA BANDUNG – Kondisi Jakarta memiliki kerentanan terhadap goncangan Gempa bumi dari sumber Gempa bumi yang berjarak cukup jauh. Salah satu pemicunya ialah Megathrust, yang merupakan salah satu jenis sumber gempa bumi dengan mekanisme sesar naik dan ukurannya sangat besar yang terbentuk dari proses subdiksi (tumbukan) antara dua lempeng tekotonik, dimana salah satunya menujam ke bawah yang lainnya.

Advertisement

“Wilayah Indonesia merupakan lokasi pertemuan beberapa lempeng tektonik seperti Lempeng Indo-Australia di sebelah selatan, Lempeng Eurasia, dimana Pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan berada, serta Lempeng Filipina dan Lempeng Pasifik di sebelah timur laut,”. Kata Sri Hidayati selaku Kepala Bidang gempabumi, PVMBG, Badan Geologi

Sementara itu Sri menambahkan bahwa kondisi Lapisan tanah dan batuan Wilayah Jakarta merupakan sedimen lunak yang mengisi cekungan Geologi yang terdiri dari 3 Kelompok Fasies Endapan Kuarter dengan ketebalan mencapai i 250 meter dibagian Utara dan menipis ke arah Selatan dengan ketebalan + 40 meter. Endapan ini merupakan endapan terurai (unconsolidated) dan tersusun atas endapan fasies darat, transisi dan inner klastik. Karakteristik endapan Cekungan Kuarter terurai ini sangat penting dalam penilaian potensi sebagai gempabumi sebagai salah satu faktor penguatan gelombang gempabumi (faktor amplifikasi).

Lanjut Sri, berdasarkan Peta Seismotektonik yang disusun Pusat Survei Geologi, diketahui adanya beberapa patahan aktif di wilayah DKI Jakarta. Pada bagian utara melintang dari Timur-Barat terdapat kelurusan Patahan Baribis, sedangkan di sebelah selatan wilayah ini melintang Patahan Bogor yang juga berarah Timur Barat. Disamping itu wilayah DKI Iakarta juga diapit oleh Patahan Cisadane pada bagian barat dan Patahan Bekasi pada bagian Timur. Namun keberdaaan patahan aktif di sekitar Jakarta ini masih memerlukan penilitian rinci lebih lanjut di lapangan. Terkait dengan gempabumi, tetap saja indikasi keberadaan patahan-patahan aktif ini harus diwaspadai.

Badan Geologi mengimbau agar masyarakat khususnya Jakarta agar selalu waspada mengenai bahaya guncangan gempabumi yang dikaji.

“Jakarta memang berpotensi terkena dampak gempa bumi. Korban jiwa dan harta benda akibat gempa bumi pada umumnya dikarenakan oleh tertimpa bangunan yang roboh akibat guncangan gempa. Jakarta masih bisa dikatakan aman dari gempa bumi selama kita selalu waspada, melakukan kajian mendalam mengenai bahaya guncangan gempabumi dan memasukkan kajian ini ke dalam rencana tata ruang. Tata ruang dan pembangunan berbasis bencana ini harus dipatuhi secara ketat oleh pemerintah maupun masyarakat,”. Tutup Sri.