Juknis PSBB Keluar, Pemkab Garut Siap Perketat Pintu Masuk Kabupaten Garut

32.708 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pemberlakuan pengetatan pemeriksaan kesehatan bagi pemudik yang akan pulang ke Garut akan dilakukan setelah ada juklak juknis yang ditentukan oleh pemerintah.

” Melalui Peraturan Presiden ( PP ) dan Instruksi Presiden ( IP ) telah dikeluarkan perhari ini, negara telah memberlakukan Pembatasan Social Berskala Besar ( PSBB ) kata Bupati Garut , Rabu 1 April 2020.

Advertisement

Melalui PSBB sambung Bupati, konsekuensi logis untuk mendahulukan keselamatan warga dari ancaman virus Corona, aparat keamanan ( Polri ) bisa melakukan tindakan – tindakan hukum apabila bentuk penyelamatan terhadap warga dari resiko ancaman virus Corona kita abaikan. Saat ini juga sebenarnya sudah tidak boleh lagi ada PKL, tidak boleh lagi ada kerumunan masa dan pengetatan pemeriksaan kesehatab pintu masuk ke kabupaten Garut akan ditingkatkan.

” Untuk itu pemeriksaan ketat akan diberlakukan di 8 pintu titik masuk ke kabupaten Garut diantaranya, Kadungora, Limbangan arah Cibiuk, Pasar Bandrek, Cilawu,, Samarang arah Majalaya, Rancabuaya perbatasan Cianjur dan Cibalong perbatasan Tasimalaya, selain pemeriksaan ketat, saat ini boleh ada karantina terbatas, jadi kalau saya sekarang melakukan karantina satu kecamatan itu diperbolehkan.” kata Bupati Rudy Gunawan.

Lanjutnya, di titik – titik tersebut akan diberlakukan blokade jalan, di pasang tenda dan disediakan petugas medis serta mobil ambulance, pemeriksaan kesehatan secara Intensif akan diberlakukan secara ketat guna memastikan mereka dipastikan sehat dan aman bagi keluarganya di rumah dan lingkungannya. Karena pemerintah daerah juga menyadari banyak warga Garut yang merantau di luar daerah yang sekarang ini kesulitan dengan tidak beraktifitas sedangkan biaya di kota sangat besar, sehingga dipastikan akan pulang kampung.

” Kita tahu banyak warga Garut yang saat ini hidup di luar daerah kesulitan beraktifitas usaha disana, data dari Kodim 0611/ Garut hasil temuan intelejen bahwa diperkirakan ada 70 ribu lebih pemudik yang akan pulang ke Garut, meski kalau Pemkab sendiri melalui statistik kasar sekitar 50 ribu lebih, tapi data yang akan kita gunakan dari pak Dandim” kata Rudy Gunawan.