Kadisdik Garut Luncurkan Inovasi Pentahelix ” STRATEGI AKSELERASI CAPAIAN IPM BIDANG PENDIDIKAN”

3.162 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Terdorong oleh capaian IPM Kabupaten Garut tahun 2018 yang masih terpaut 3, 97 poin lebih rendah dari Jawa Barat dan berada pada posisi 21 dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengembangkan strategi akselerasi capaian Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) bidang pendidikan berbasis sinergitas dan kolaborasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Totong mengatakan berdasarkan data BPS tahun 2018 capaian IPM bidang pendidikan indikator rata-rata lama sekolah penduduk 25 tahun keatas baru mencapai 7,5 tahun terpaut 0,65 tahun dari RLS Jawa Barat Jawa Barat yang sudah mencapai 8,5 tahun dan berada di posisi 18 di Jawa Barat, sedangkan indikator angka harapan lama sekolah telah mencapai 11,8 tahun masih terpaut kosong 0,65 tahun dari HLS Jawa Barat yang sudah mencapai 12,45 tahun dan berada di posisi 18 di Jawa Barat. Jadi perlu upaya akselerasi pencapaian IPM bidang pendidikan di Kabupaten Garut melalui terobosan dan inovasi sinergitas kolaborasi anggaran dari program Corporate Social Responsibility ( CSR ) perusahaan seperti dari Bank Jabar Banten, PT Star Energy atau Chevron geothermal Indonesia, PT Chang Shin dan perusahaan lainnya, termasuk kolaborasi anggaran antara SKPD, dana desa dan Baznas Kabupaten Garut serta dukungan organisasi profesi perguruan tinggi daerah, lembaga swadaya masyarakat dan rekan-rekan media tak luput juga dari dewan pendidikan, PGRI ikatan penilik Indonesia ( IPI ) Garut, PKBM, komunitas Ngejah, Universitas Garut ( Uniga ) , Institut Pendidikan Indonesia ( IPI ) Garut, Sekolah Tinggi Agama Darul Arqom dan Universitas Nahdlatul Ulama Garut” kata Totong, Senin 21 Oktober 2019.

Dikatakan Totong, dengan strategi ini diharapkan meningkatnya capaian IPM bidang pendidikan pada indikator komposit rls serta bermanfaat naiknya nama baik daerah dalam kompetitif Pembangunan Daerah.

” Tujuan komitmen stakeholder, terbentuknya SK Tim efektif, tersusunnya Peraturan Bupati, dalam tujuan jangka tengahnya terbentuknya rencana aksi daerah, terbentuknya SK Tim percepatan, terlaksananya sinergitas kolaborasi. Serta tujuan jangka panjangnya meningkatkan capaian indeks pembangunan manusia atau IPM bidang pendidikan yang signifikan pada indikator rata-rata lama sekolah” terangnya.

Tambah Totong, ada beberapa manfaat proyek perubahan ini di internal bisa sebagai ide lain dalam mendukung pencapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Garut khususnya dalam realisasi target pencapaian RPJMD dengan tepat waktu dan tepat perencanaan, ditambah sebagai bahan masukan kepada Bupati dalam rangka merumuskan RKPD Kabupaten Garut sekaligus dalam mengontrol kualitas kebijakan program, serta terwujudnya sinergitas dan kolaborasi anggaran bersama dalam akselerasi capaian IPM bidang pendidikan yang signifikan.

” Sementara untuk di Eksternal adanya kejelasan bagi masyarakat terhadap jaminan pendidikan serta hak untuk mendapatkan pendidikan dan terwujudnya sinergitas komitmen bersama terhadap strategi akselerasi capaian IPM bidang pendidikan” tutur Totong.
Sementara itu Bupati Garut H. Rudy Gunawan optimis IPM Bidang Pendidikan Kabupaten Garut bisa meningkat, pada eksisting sekarang secara trend pertumbuhan IPM-nya terbesar kedua setelah Karawang.

” Kedepannya kita mau tidak mau harus melakukan identivikasi berbagai permasalahan peningkatan IPM khususnya bidang pendidikan, karenanya Saya mendukung penuh dan mengapresiasi Inovasi Pentahelix Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Strategi Akselerasi Capaian IPM Bidang Pendidikan yang melibatkan stakehders internal dan eksternal dalam upaya mendongkrak indeks pendidikan khusus di Rata-Rata Lama Sekolah” ujar Bupati Garut.