BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Meski berlabel Kabupaten Seribu Kobong, namun peredaran Minuman Keras (Miras) di Garut terlihat masih marak. Setidaknya hal itu terungkap saat ribuan botol Minuman Keras (Miras) dimusnahkan jajaran Sat Narkoba Polres Garut pada Senin (20/05) lalu.
Menyikapi hal tersebut, guna menekan peredaran Miras jelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, Penggiat Anti Narkoba dari DPD Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut menggelar penyuluhan dan sosialisasi bahaya Narkoba sekaligus buka bersama di SMUN 16 Garut Kecamatan Cisurupan, Sabtu 1 Juni 2019.
Penyuluh DPD PANNA Garut, Mohammad Rofi Nurdin S Kep Ners menyampaikan, sosialisasi bahaya Narkoba ini merupakan salah satu kegiatan yang sudah terprogram dan terjadwalkan oleh DPD PANNA Garut. Pihaknya mengajak peran serta generasi muda untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba terutama menjelang lebaran yang kerap momennya disalahartikan oleh kalangan remaja.
“ Oleh karena itu, mulai saat ini anda selaku pemuda-pemudi generasi penerus bangsa ini, harus sigap dan waspada akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anda sekalian. Harapan kita, untuk melahirkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasi dengan baik. Sayangi masa depan, hindari penggunaan narkoba,” tegas Ropi didampingi Duta Anti Napza, Diani Rahmawati saat duet memberikan penyuluhan dihadapan Alumni dan siswa-siswi SMUN 16.
Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan orang dewasa, lanjut Ropi, akhir-akhir ini sangatlah meningkat tajam, dengan adanya program dari Penggiat Anti Narkoba ini menjadi sebuah ajang untuk dapat mencegah lajunya peredaran narkoba dikalangan generasi muda pada umumnya, paparnya.
Sementara, Duta Anti Napza DPD PANNA Garut, Diani Rahmawati mengungkapkan, literasi terkait bahaya narkoba sangatlah penting bagi para pelajar. Dalam era zaman now, peluang anak remaja terpapar narkoba sangatlah mungkin. Informasi terkait bentuk, hingga penjualan narkoba juga sangat mudah diakses oleh anak saat ini melalui kecanggihan teknologi.
” Era kids zaman now sangat rentan terkena pengaruh penyalahgunaan narkoba dan kebanyakan mereka adalah korban. Ketika mereka tidak mengetahui secara nyata, mereka bisa mengetahui dari dunia maya. Dengan program PANNA kita ingin melakukan pencegahan melalui dunia pendidikan formal,” tambah Diani.
Panitia Pelaksana Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Buka Bersama dari Alumni SMUN 16 Garut, Ludi Bilal mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik dengan adanya kegiatan penyuluhan bahaya narkoba dari DPD PANNA Kabupaten Garut ini.
” Saya yakin kegiatan ini sangatlah bermanfaat bagi adik-adik kami dalam rangka mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kita untuk dapat lebih peduli terhadap generasi muda penerus bangsa khususnya,” pungkas Ludi.










