Kapolres Garut Gelar Kunker Di Sindang Galih

2.771 dibaca
Kapolres Garut Gelar Kunker Di Sindang Galih

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Kapolres Garut AKBP Dede Yudy Ferdiansah melakukan kunjungan kerja ke desa Sindang Galih kecamatan Karangtengah kabupaten Garut, Senin 3 Agustus 2020.

Kunjungan kerja kali ini Kapolres didampingi Kh Jujun Juanedi pengasuh Ponpes Al Jauhari dan Mantan Narapidana Teroris serta jajaran Pejabat Jajaran Utama Polres Garut diantaranya Kasat Bimmas Akp Dudu Gunawan, Kapolsek sukawening Akp Nurzaman , KBO Intel Ipda Wawan Hermawan, plh Kasubbag Humas, Ipda Muslih , Kasi Propam Ipda Sona , camat Karang Tengah Eti Rohaeti , dan pos koramil serta kepala desa Sindanggalih .

Advertisement

Baca Juga : Bupati Garut Nantikan Kedatangan Wisatawan

Kapolres garut menyampaikan, silatuhami di jalin bersama warga masyarakat Sindanggalih ini dalam rangka menangkal penyebaran faham radikalisme , Terorisme dan intoleran yang ada di wilayah hukum Polres Garut , guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif.

Baca juga : Artis VS Ditangkap Instagram Vernita Dibanjiri Komentar 

” Hal ini harus diciptakan guna menjaga keamanan, ketertiban dan stabilitas di daerah sendiri” kata Kapolres Garut.

Kapolres juga mengingatkan tentang penyebaran virus Covid 19 yang saat ini masih mengancam warga masyarakat.

” Untuk tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker baik di rumah maupun di luar rumah” saran AKBP Dede Yudy Ferdiansah.

Soal pemahaman teroris Firman mantan Napiter yang menjalani hukuman 5 tahun penjara di lapas cibinong karena kasus Teroris merusak Pos Polisi menyampaikan kepada masyarakat tentang ajaran sesat teroris

” Tip di antaranya kepada anak muda jangan percaya sepenuhnya terhadap informasi di medsos dengan iming – iming uang, barang mewah juga jabatan, tetap berpegang dan setia kepada NKRI, jalin silaturahmi dengan keluarga jangan ada kesenjangan sosial, kenalkan agama dengan baik kepada warga masyarakat, jangan mengucilkan kepada para napi , supaya tidak kembali radikal justru harus di rangkul supaya punya kepercayaan untuk hidup bersama” tutur Firman.

Sementara itu KH Jujun Junaedi menyampaikan, bahwa Islam bukan Agama radikalisme , dan pesantren juga tidak mengajarkan hal – hal jelek, jangan sampai berbicara Agama di luar pesantren / mesjid , jangan bicara negara di Pos ronda agar tidak salah paham tempatkan pada posisi nya , kalau teroris membunuh orang – orang yang tanpa dosa dengan keyakinan masuk surga itu semua keliru dan sesat.

” Bahwa ada orang yang di tangkap di Sindanggalih itu bukan warga asli malainkan pendatang, orang Sindanggalih Insya Alloh orang orang baik , bahwa intinya NKRI di rumuskan oleh para kyai jangan di rusak oleh teroris yang mengatasnamakan Agama islam” cetus Da’i Kondang tersebut.