Kemana Generasi Toleran Kita ?

18.013 dibaca
putri bungsu mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Festival Peace Generation Bandung, Minggu, 11 Maret 2018.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG- Rasa memaklumi keberagaman sudah mulai hilang diantara generasi muda. Kondisi itu ditengarai berkembangnya sikap intoleransi dan radikalisme di kalangan generasi muda.

Advertisement

Hal itu dikatakan pegiat keberagaman yang juga putri bungsu mantan Presiden Indonesia,  Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid.

“Kalau sekarang orang mainnya senggol bacok, keberagaman sudah mulai hilang di antara generasi muda,” ujar Inayah saat menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Festival Peace Generation Bandung. Sebuah acara bertemakan Generasi Muda dan Keberagaman pada Minggu, 11 Maret 2018.

Inayah yang juga merupakan aktivis dan founder dari Positive Movement, melakukan beberapa kegiatan serta riset melihat perkembangan generasi muda di sekolah-sekolah. Ia menilai generasi muda saat ini sikapnya sangat berbeda sekali karena dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya media sosial.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai aktris ini menilai Indonesia saat ini butuh menghargai keberagaman. Kondisi itu dikarenakan sedang berkembangnya sikap intoleransi dan radikalisme di kalangan generasi muda.

“Indonesia butuh keberagaman, sikap generasi muda saat ini sudah berbeda, hal itu dipengaruhi oleh media sosial. Contohnya saya, sebagai keluarga NU sering di bully di sosial media dengan berbagai ucapan. Kita harus mengembalikan rasa kemanusiaan itu sendiri, itulah yang dilakukan Gusdur dulu. Bukan dari partai politik tapi lewat masyarakat juga,” jelas perempuan berambut pendek ini.

Inayah menegaskan, generasi muda saat ini mulai dari pelajar hingga mahasiswa harus menjadi penggerak kedamaian, karena setiap orang menurutnya punya hak istimewa tersendiri. Ia pun menyarankan agar setiap generasi bisa kembali membaca buku, menjalin hubungan dengan manusia lainnya, mengikuti kajian-kajian yang tepat.

“Saya pernah mengadakan riset ke anak-anak sekolah, awalnya kami memberikan dulu kuesioner. Dari kuesioner itu sikap radikalisme dan intoleransi nyatanya kuat di tengah-tengah generasi muda. Kita harus mengembalikan lagi keberagaman, Indonesia butuh itu. Kembali lagi ke kebiasaan yang baik dan menjalin lagi keterhubungan,” pungkas Inayah.