

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Wajah polos anak – anak yang disini masih tergurat jelas. Terlihat disana 8 bocah bermain, bercanda dan belajar bersama saat kontributor Buana Indonesia Network Abby Aditya mengunjungi mereka di sebuah rumah di jalan Bijaksana nomor 11, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, pada Senin, 19 Maret 2018. Terlihat juga hasil karya seni lukis dan kerajinan tangan bentuk kupu-kupu yang menempel pada dinding rumah. Suasana hangat begitu terasa disana.
Anak-anak disana masih sekira berusia 9 bulan hingga 16 tahun. Tak dinyana memang, mereka adalah bocah – bocah tegar yang harus melawan kanker didalam tubuh mungil mereka. Anak – anak ini berasal dari sejumlah sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Kabupaten Karawang, Kabupaten Tasik, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut dan Kabupaten Ciamis.
Rumah Cinta Anak Kangker Bandung nama rumah itu. Seluruh fasilitas disini gratis.Anak – anak ini harus terpaksa terpisah dari teman – teman sebaya dan sanaknya di kampung halaman mereka tinggal disana beberapa bulan terakhir. Tak mungkin rasanya jika harus menempuh jarak puluhan kilometer ke kota Bandung dalam masa pemulihan kemotherapi yang harus mereka jalani
Selama singgah di sana, anak-anak penderita kanker difasilitasi tempat tidur, makan, bahkan obat-obatan.
Iis Aisyah, ibu dari Nita, salah satu anak yang berada di Rumah Cinta Anak Kanker bernama tak kuasa menahan tangis saat menceritakan keadaannya selama ini menemani si buah hati melawan penyakitnya. 4 bulan sudah Nita melawan penyakit kangker darah (leukemia) dan singgah di rumah itu. Iis pun terpaksa harus meninggalkan saudara- saudara Nita dan suaminya di Kabupaten Tasik, Jawa Barat.
“Selama 4 bulan dari pertama mulai kena penyakitnya. Panas badannya, lalu dibawa ke puskesmas, kok panasnya gak turun, lalu di rujuk ke RSHS Bandung,” kata Iis.
Awalnya Iis putus harapan setelah dokter memvonis Nita mengidap penyakit kangker darah (leukemia). Kecintaannya pada si buah hati menjadikan penyemangat dia terus menemati Nita.
“Saya gak tau bagaimana rasanya, ketika dokter bilang Nita ngidap kangker darah. Awalnya saya gak mau dibawa ke Bandung, tapi mau gimana lagi, harus semangat biar cepet sembuh,” ucap Iis.
Sejak didirikan hingga sekarang, sudah hampir 1.600 an anak-anak penderita kanker yang singgah ke rumah ini. Tahun lalu saja, ada 170 an anak yang singgah di rumah ini untuk menjalani pengobatan di RSHS. Tentunya bukan beban yang ringan ketika harus menjadi penopang ribuan anak penderita kanker disini. Namu para relawan disini tak mempersoalkan hal itu. Satu harapan mereka pada Tuhan, anak –anak ini harus bisa sembuh.
Anda para dermawan terketuk hati untuk membantu mereka ? silakan datang langsung ke Rumah Cinta Anak Kanker ini.









