Komisioner KPU : Orang Jawa Barat itu Someah, Jangan Dirusak Hoax

4.964 dibaca
Komisioner KPU Jabar Divisi SDM dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Nina Yuningsih, saat menyampaikan sambutan pada acara sosialisasi Pilgub yang diselenggarakan KPU bersama Forum Ormas, LSM, dan Komunitas Jabar, di Gedung Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Bandung, Kamis ,15 Maret 2018 . ( Sumber Dok KPUD Jabar )

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG- Orang Jawa Barat itu someah (ramah, baik hati). Identitas itu harus dipertahankan dan jangan dirusak, terutama oleh hoaks. Hal itu dikemukakan oleh Komisioner KPU Jawa Barat Divisi SDM dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Nina Yuningsih, saat menyampaikan sambutan pada acara sosialisasi Pilgub yang diselenggarakan KPU bersama Forum Ormas, LSM dan Komunitas Jabar di Gedung Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kamis, 15 Maret 2018.

Advertisement

Menurut Nina, setiap informasi yang beredar harus difilter dan tidak diterima begitu saja.

“Apalagi masyarakat Jawa Barat saat ini menghadapi ancaman hoaks, bersamaan dengan terorisme dan narkoba, sehingga perlu menyikapi segala informasi secara bijak,” ujarnya.

Pernyataan Nina diamini Wadirintel Polda Jabar, AKBP Sukendar. Menurutnya, polisi akan menindak tegas pembuat dan penyebar hoaks.

“Dari puluhan isu penganiayaan ulama, yang benar-benar terjadi hanya dua. Sisanya hoaks dan polisi sudah menangani pembuat dan pengedar berita palsu itu,” sebutnya.

Sukendar menambahkan, tugas Polri yang dibantu TNI mengamankan masyarakat, terutama saat berlangsung pesta demokrasi sekaligus mendewaskan masyarakat dalam berdemokrasi.

“Oleh karena itu, Polda Jabar bertekad meningkatkan ketahanan masyarakat, yakni tahan dalam menghadapi isu yang disebar melalui medsos,” tegas Sukendar sambil mengingatkan perlunya partisipasi masyarakat dalam menciptakan suasana Jawa Barat yang kondusif.

Sementara itu, seniman dan tokoh Jawa Barat, Acil Bimbo, mengkhawatirkan konflik dan hoaks digunakan dalam pilkada.

“Ini menjadi persoalan karena secara karakter dan mental, masyarakat kita rapuh dan gampang dipengaruhi. Kita perlu membangun gerakan sosial budaya dengan melibatkan tokoh dan masyarakat pada umumnya, terutama untuk membangun rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap Jawa Barat,” tegasnya.